Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ferdy Sambo Bilang ke Bharada E soal Brigadir J Harus Mati

Rabu, 30 November 2022 | 13:22 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Terdakwa Ferdy Sambo saat meninggalkan ruang sidang di PN Jakarta Selatan, Kamis, 20 Oktober 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E mengungkapkan momen saat Ferdy Sambo menyatakan kepadanya bahwa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J harus mati. Sambo menyebut, Brigadir J harus mati karena telah melecehkan istrinya, Putri Candrawathi.

Hal itu disampaikan Bharada E saat duduk sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jakarta, Rabu (30/11/2022). Duduk sebagai terdakwa dalam persidangan kali ini, yaitu Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal atau Bripka RR.

Bharada E sendiri diketahui juga merupakan terdakwa di kasus ini. Hanya saja, untuk persidangan kali ini dia diminta keterangan sebagai saksi.

Mulanya Bharada E menerangkan, Ferdy Sambo sempat bertanya kepadanya soal kejadian di rumahnya di Magelang. Bharada E mengaku tidak tahu-menahu. Sambo lalu menyampaikan klaim bahwa Brigadir J telah melecehkan Putri.

"Dengar itu (Brigadir J lecehkan Putri) saya kaget, takut juga Yang Mulia karena posisinya kami yang ajudan yang ada di Magelang saat itu," ujar Bharada E.

Sambo ketika itu menyampaikan Brigadir J sudah berbuat kurang ajar dan merusak martabatnya. Muka Ferdy Sambo ketika itu memerah karena emosi, namun sempat juga menangis.

"Jadi setiap abis bicara, dia ada sisi diam untuk nangis. Baru dia ngomong, 'memang harus dikasih mati anak ini' (Brigadir J)," ungkap Bharada E.

Sambo kemudian meminta kesediaan Bharada E untuk menembak Brigadir J. Ferdy Sambo ketika itu mengeklaim bakal membela Bharada E usai menembak Brigadir J.

Diberitakan, Bharada E, Kuat, dan Bripka RR didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J. “’Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy kau tembak!’,” ungkap JPU soal perintah Ferdy Sambo ke Bharada E.

Bharada E lalu menembak memakai Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J yang membuatnya terjatuh dan bersimbah darah. Kemudian, Ferdy Sambo menembak sebanyak satu kali ke bagian kepala Brigadir J untuk memastikannya sudah tewas.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI