Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Bharada E Ceritakan Saat Brigadir J Mengerang Sakit Setelah Ditembak

Rabu, 30 November 2022 | 15:51 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dikawal petugas tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 18 Oktober 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E menceritakan momen ketika menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Bharada E melihat ajudan Ferdy Sambo itu mengerang kesakitan setelah ditembak olehnya.

Hal itu disampaikan Bharada E saat duduk sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (30/11/2022). Duduk sebagai terdakwa dalam persidangan kali ini yakni Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal atau Bripka RR.

Bharada E sendiri diketahui juga merupakan terdakwa di kasus ini. Hanya saja, untuk persidangan kali ini dia diminta keterangan sebagai saksi.

Mulanya, majelis hakim mencecar soal posisi Bharada E ketika menembak Brigadir J, apakah berhadapan atau tidak. Bharada E mengaku berhadapan dengan Brigadir J, bahkan mengaku melepas sekitar tiga sampai empat kali tembakan.

"Pas saudara menembak, saudara melihat korban?," tanya hakim dalam persidangan.

"Melihat Yang Mulia," respons Bharada E.

Bharada E mengaku menyaksikan Brigadir J tersungkur serta berteriak. Kemudian, Ferdy Sambo turut melepas tembakan ke Brigadir J.

"Apa yang diteriaki oleh korban?," cecar hakim.

"Cuma mengerang argh. Jatuh," timpal Bharada E.

"Kemudian?," hakim kembali menanyakan.

"Abis almarhum jatuh, FS (Ferdy Sambo) maju, saya lihat dia pegang senjata. Dia kokang senjata, dia tembak ke arah almarhum," ungkap Bharada E.

Usai penembakan diketahui Brigadir J mengerang kesakitan. Setelah Ferdy Sambo ikut menembak, Brigadir J tidak lagi terdengar suaranya.

Diketahui, Bharada E, Kuat Ma'ruf, dan Bripka RR didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J. “’Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy kau tembak!’,” ungkap JPU soal perintah Ferdy Sambo ke Bharada E.

Bharada E lalu menembak memakai Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J yang membuatnya terjatuh dan bersimbah darah. Kemudian, Sambo menembak sebanyak satu kali ke kepala Brigadir J untuk memastikannya sudah tewas.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI