Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Sebelum Dihabisi, Leher Brigadir J Sempat Dicengkeram Ferdy Sambo

Rabu, 30 November 2022 | 17:11 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / LES
Sidang lanjutan Ferdy Sambo CS di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jakarta, Beritasatu.com - Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E membeberkan momen menjelang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dihabisi, Ferdy Sambo sempat mencengkeram leher Brigadir J sebelum memerintahkannya untuk menembak.

Hal itu disampaikan Bharada E saat duduk sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J. Duduk sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jakarta, Rabu (30/11/2022) kali ini yakni Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal.

Bharada E sendiri diketahui juga merupakan terdakwa di kasus ini. Hanya saja, untuk persidangan kali ini dia diminta keterangan sebagai saksi.

"Pak FS (Ferdy Sambo) langsung 'sini kamu (Brigadir J)'. Baru Pak FS pegang lehernya (Brigadir J). 'Sini' dorong ke depan, dorong ke depan. 'Berlutut kamu!'," ujar Bharada E dalam persidangan.

Ferdy Sambo lalu melirik ke Bharada E dan memerintahkannya untuk menembak Brigadir J. Bharada E kemudian langsung menembak Brigadir J dari jarak sekitar 2 meter.

"Bagaimana cara saudara menembak?," cecar hakim saat persidangan.

"Saya keluarkan saja. Saya sempat tutup mata saat tembakan pertama Yang Mulia," respons Bharada E.

"Waktu itu posisi korban?," tanya hakim.

"Pada saat ditodong itu korban cuma bilang begini Yang Mulia 'kenapa pak? Ada apa pak?' Tangannya di depan," ungkap Bharada E.

"Lalu beliau (Ferdy Sambo bilang) 'kau berlutut, berlutut'. Jadi posisinya tuh enggak jongkok Yang Mulia. Cuma agak menurun saja Yang Mulia dan tangannya ke depan tadi," imbuhnya.

Bharada E, Kuat, dan Ricky didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J. “’Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy kau tembak!’,” ungkap JPU soal perintah Ferdy Sambo ke Bharada E.

Bharada E lalu menembak memakai Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J yang membuatnya terjatuh dan bersimbah darah. Tak lupa, Sambo menembak sebanyak satu kali ke kepala Brigadir J untuk memastikan sudah tewas.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI