Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

MK Tambahkan Syarat Baru Ini Bagi Caleg Mantan Koruptor di Pemilu

Rabu, 30 November 2022 | 17:42 WIB
Oleh : Yustinus Paat / LES
Gedung MK.

Jakarta, Beritasatu.com - Mahkamah Konstitusi atau MK menambahkan syarat baru bagi caleg mantan terpidana termasuk terpidana kasus korupsi yang akan ikut menjadi Pemilu 2024. Salah satunya, adalah MK memberlakukan masa menunggu jangka waktu 5 (lima) tahun setelah mantan terpidana selesai menjalani pidana penjara yang berdasar pada putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Hal ini tertuang dalam putusan MK atas permohonan perkara Nomor 87/PUU-XX/2022 yang diajukan oleh Leonardo Siahaan. Putusan ini dibacakan Ketua MK Anwar Usman pada hari ini, Rabu (30/11/2022).

"Mengadili. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk sebagian," kata Anwar Usman dalam sidang yang disiarkan Chanel YouTube, Rabu (30/11/2022).

Dalam permohonannya, Leonardo menguji norma Pasal 240 ayat (1) huruf g UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Nomor ini mengatur terkait salah satu syara calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, yakni tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana.

Dalam putusannya, MK pun menambahkan syarat baru bagi mantan terpidana jika nyaleg. Berdasarkan amar putusan MK atas permohonan Leonardo, maka bunyi Pasal 240 ayat (1) huruf g UU Pemilu menjadi berikut ini:

(i) tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali terhadap terpidana yang melakukan tindak pidana kealpaan dan tindak pidana politik dalam pengertian suatu perbuatan yang dinyatakan sebagai tindak pidana dalam hukum positif hanya karena pelakunya mempunyai pandangan politik yang berbeda dengan rezim yang sedang berkuasa.

(ii) bagi mantan terpidana, telah melewati jangka waktu 5 (lima) tahun setelah mantan terpidana selesai menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan secara jujur atau terbuka mengumumkan mengenai latar belakang jati dirinya sebagai mantan terpidana; dan (iii) bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang.

Dengan demikian, mantan terpidana bisa nyaleg di Pemilu 2024 jika memenuhi tiga syarat, yakni masa menunggu jangka waktu 5 tahun setelah mantan terpidana selesai menjalani pidana penjara yang berdasar pada putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; secara jujur atau terbuka mengumumkan mengenai latar belakang jati dirinya sebagai mantan terpidana; dan bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI