Logo BeritaSatu

Malaysia Alami Kekurangan Telur, Warga Diminta Jangan Panik

Rabu, 30 November 2022 | 21:52 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Kuala Lumpur, Beritasatu.com – Sejumlah daerah di Malaysia mengalami kekurangan telur, yang membuat pemerintah meminta warga jangan panik dan menimbun telur.

Pihak Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen Malaysia telah berjanji untuk mengatasi masalah kekurangan telur di beberapa daerah di Kuala Lumpur. Mereka juga mendesak konsumen agar tidak panik membeli, dan menimbun.

Advertisement

Pada Selasa (29/11/2022), kementerian tersebut seperti dikutip oleh New Straits Times mengungkapkan, ada kekurangan telur di Kuala Lumpur.

"Pemeriksaan kami menunjukkan bahwa memang ada kekurangan telur, terutama di malam hari karena kami yakin orang-orang panik membeli di pagi hari.

“Faktanya, beberapa toko telah membatasi jumlah telur yang dapat dibeli setiap pelanggan, meskipun kami belum mengeluarkan perintah apa pun kepada mereka untuk melakukannya,” kata direktur departemen Kuala Lumpur Ariffin Samsudin.

Ariffin menambahkan bahwa kementerian akan bekerja dengan produsen telur dari negara bagian lain dengan kelebihan pasokan untuk mengatasi kekurangan saat ini di Kuala Lumpur. Yang terakhir tidak memiliki peternakan telur seperti negara bagian lain.

“Negara bagian lain, seperti Melaka, memiliki kelebihan pasokan, jadi kami akan mencari solusi dengan mereka untuk memastikan pasokan yang cukup di Kuala Lumpur,” kata Ariffin seperti dikutip Free Malaysia Today pada Selasa.

Ariffin juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik membeli karena ini hanya akan memperburuk situasi.

“Silahkan beli telur sesuai kebutuhan sehari-hari. Kalau butuh selusin telur saja, jangan menimbun banyak nkarena akan mempengaruhi suplai,” tambahnya.

“Jadi, jangan panik beli, karena kelangkaan di Kuala Lumpur akan segera kami atasi.

"Kami sedang memantau situasi dan memeriksanya, dengan 90 petugas penegak hukum dan 83 petugas pemeriksaan harga di lapangan, melihat grosir, pemasok, pasar, supermarket, dan toko bahan makanan," kata Ariffin.

Dalam sebuah posting Facebook pada hari Rabu, Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen mengatakan telah menetapkan batas atas harga telur ayam sejak 5 Februari untuk mencegah kenaikan harga.

Bulan lalu, menteri perdagangan dalam negeri dan urusan konsumen saat itu Alexander Nanta Linggi mengatakan kepada Utusan Malaysia bahwa meningkatnya biaya operasi untuk peternak unggas telah memaksa mereka untuk mengurangi jumlah ternak mereka, menyebabkan terganggunya pasokan telur ayam di pasar beberapa negara bagian.

Awal bulan ini, satuan tugas khusus melawan inflasi Annuar Musa menunjukkan bahwa penyelundupan telur ke negara tetangga Thailand juga menyebabkan kekurangan pasokan.

Menurut laporan Bernama, Annuar mengatakan akar penyebabnya adalah harga telur ayam di Thailand lebih tinggi daripada di Malaysia. Dia menambahkan, kekurangan pasokan telur diharapkan bisa teratasi pada akhir Desember.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: CNA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Aktivitas Gunung Bromo Meningkat

Aktivitas Gunung Bromo, Jawa Timur, meningkat. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut.

NEWS | 4 Februari 2023

Warga Terdampak Abu Gunung Kerinci Diimbau Gunakan Masker

Warga di sejumlah desa di Kecamatan Gunung Tujuh yang terdampak semburan abu vulkanik Gunung Kerinci diminta untuk menggunakan masker saat beraktivitas.

NEWS | 5 Februari 2023

Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng Bekasi Kelebihan Kapasitas

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, sudah kelebihan kapasitas.

NEWS | 4 Februari 2023

Direnovasi, Taman Margasatwa Ragunan Bakal Berkelas Internasional

Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Wahyudi Bambang mengatakan, Kebun Binatang Ragunan akan direnovasi dengan standar internasional.

NEWS | 4 Februari 2023

Makassar Mulai Terapkan KTP Digital Secara Bertahap

Penerbitan kartu tanda penduduk atau KTP digital diberlakukan secara bertahap di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

NEWS | 4 Februari 2023

Kasus Kanker Anak di Indonesia, Leukemia Masih Dominan

Saat ini, leukemia masih menjadi jenis kanker yang paling banyak menyerang anak-anak di Indonesia.

NEWS | 4 Februari 2023

Cuaca Buruk, Nelayan Hilang di Perairan Laut Karawang

Seorang nelayan, Zakaria dikabarkan hilang saat mencari ikan di perairan pantai utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Saat melaut, tengah terjadi cuaca buruk.

NEWS | 4 Februari 2023

Ini Berbagai Tantangan Pengobatan Kanker Anak

Pengobatan kanker anak di Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, utamanya dari sisi jumlah tenaga kesehatan dan juga fasilitas kesehatan.

NEWS | 4 Februari 2023

Jembatan di Kupang Putus Dihantam Banjir Bandang, Aktivitas Warga Lumpuh

Jembatan Kapsali di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) putus dihantam banjir bandang.

NEWS | 4 Februari 2023

Sejumlah Rumah di Cibitung Bekasi Teremdam Banjir Selama 1 Pekan

Sejumlah rumah warga di Kampung Utan, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terendam air 30 sentimeter selama 1 pekan terakhir.

NEWS | 4 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Sandiaga: Kolaborasi Pariwisata Mampu Bangkitkan Ekonomi

Sandiaga: Kolaborasi Pariwisata Mampu Bangkitkan Ekonomi

EKONOMI | 32 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE