Logo BeritaSatu
Stop Kekerasan Seksual di Kampus!

Budaya Patriarki Jadi Alasan Catcalling Dinormalisasi

Kamis, 1 Desember 2022 | 00:17 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Singapura, Beritasatu.com - Budaya patriarki menjadi alasan mengapa catcalling atau pelecehan verbal masih dinormalisasi di Indonesia. Tak hanya itu, catcalling adalah salah satu kekerasan seksual yang masih sering ditemukan di lingkungan kampus. Ahli sosiologi gender Universitas Airlangga Emy Susanti mengatakan banyak masyarakat Indonesia tidak menganggap catcalling sebagai salah satu bentuk kekerasan seksual.

"Selama ini, masyarakat kita, atau seluruh dunia, sangat patriarki. Patriarki melihat yang nomor satu itu laki-laki. Not only physically, tetapi orang mendahulukan itu semua. Maka terjadi negative stereotyping terhadap perempuan," ucap Emy kepada Beritasatu.com di acara Going Global Asia Pacific 2022 Conference yang digelar oleh British Council di Singapura, Rabu (30/11/2022).

Advertisement

"Hasil penelitian kami juga menunjukkan perempuan sering dianggap sebagai 'objek seksual'. Perempuan sering sekali dilihat secara fisik oleh laki-laki dan ini menjadikan catcalling atau disiul suatu hal yang biasa," ucap Emy.

Pada konferensi Going Global Asia Pacific, dipaparkan hasil survei penanganan kekerasan seksual di area kampus. Responden survei ini meliputi 3.194 mahasiswa dan 1.450 dosen dan staf akademik di 36 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Survei menunjukkan 40,1% responden mahasiswa mengatakan pelaku kekerasan seksual justru orang di luar kampus. Sedangkan 29% responden mahasiswa mengatakan pelaku kekerasan seksual adalah sesama mahasiswa. Sementara itu, 35,5% responden dosen dan staf akademik mengatakan pelaku kekerasan seksual di lingkungan kampus justru sesama dosen.

"Kekerasan seksual oleh orang di luar kampus itu bisa saja tukang yang di area kampus. Seperti mereka catcalling atau menyiul korban," jelas Emy.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 3/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Dalam peraturan yang dikenal sebagai Permen PPKS ini, catcalling (ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh, dan/atau identitas gender korban) termasuk sebagai salah satu bentuk kekerasan seksual.

"Dulu, catcalling dianggap sebagai suatu hal yang biasa dan tidak menjadi masalah di masyarakat kita. Tapi kini dalam Permen PPKS, jadi jelas kalau (catcalling, red) bentuk kekerasan seksual harus dilawan," jelas Emy.

Tapi apa yang harus dilakukan oleh korban jika mengalami catcalling terutama di area kampus?

"Jangan diam. Kita harus menunjukkan bahwa kita tidak suka pada (tindakan catcalling, red). Kita harus mengatakan bahwa kita menolak diperlakukan seperti itu. Beritahukan kalau tidak boleh seperti itu," ucap Emy.

Selain mengategorikan catcalling sebagai kekerasan seksual, Permen PPKS juga mewajibkan pembentukan satuan tugas (satgas) pencegahan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Bicara soal Permen PPKS, Emy mengatakan peraturan ini berpihak pada korban.

"Dengan adanya Permen PPKS, mereka (korban, red) jadi terfasilitasi karena korban seperti dirangkul. Seluruh universitas juga diharuskan membentuk satgas," jelas Emy.

"Kekerasan seksual di perguruan tinggi berkaitan dengan relasi kuasa. Dulu ini banyak didiamkan karena takut. Dengan difasilitasi ini dan adanya satgas, kita harap akan terbongkar dan lebih banyak orang melapor. Bukan untuk mengubrak-abrik universitas, tetapi justru mendirikan suasana kehidupan kampus yang benar. Jadi, orang nilainya bagus itu bukan karena dekat atau menuruti kemauan seseorang. Tetapi, academic culture-nya yang benar," imbuhnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wanita Tewas di Perumahan Mewah di Penjaringan, Polisi Temukan Pistol di TKP

Wanita berinisial (S) yang berusia 51 Tahun tersebut ditemukan tewas di sebuah kamar dalam kondisi luka-luka.

MEGAPOLITAN | 9 Februari 2023

DPR Dorong Pelaksanaan Ibadah Haji 2023 Dipersingkat Jadi 35 Hari

DPR mendorong pemerintah agar mempersingkat durasi pelaksanaan ibadah haji 2023 menjadi 35 hari.

NASIONAL | 9 Februari 2023

FKPT Jateng Ajak Masyarakat Hindari Politik Identitas

Ketua FKPT Jateng Syamsul Ma’arif mengajak masyarakat menghindari penggunaan politik identitas.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Tingkatkan Kontribusi dan Beri Pelayanan Terbaik, PLN Siapkan 6 Strategi

PLN menyiapkan 6 strategi untuk membawa perusahaan melaju kencang pada 2023 ini. PLN memaparkan 6 strategi itu dalam RDP bersama Komisi VII DPR.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Subsidi Biaya Haji Minim, DPR Usul BPKH Dibubarkan

"Kalau hanya mengandalkan 70:30 saja subsidi bagi jemaah haji kita, tidak perlu ada BPKH. Dibubarkan saja!" kata Marwan.

NASIONAL | 8 Februari 2023

Polisi Temukan Puluhan Video Dewasa Milik Pelaku Pencabulan Belasan Anak di Jambi

Polisi menemukan foto dan video dewasa dari telepon genggam milik perempuan muda pelaku pencabulan belasan anak di Jambi.

NUSANTARA | 8 Februari 2023

Menkes Sebut Biaya Vaksin Berbayar Rp 100.000 Masuk Akal

Menkes Budi Gunadi mengatakan, harga vaksin berbayar bagi masyarakat kurang mampu akan ditanggung negara melalui mekanisme Penerima Bantuan Iuran (PBI).

NASIONAL | 8 Februari 2023

Sosialisasi KUHP, Ahli Hukum Berikan Edukasi di Manokwari

Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (Mahupiki), kembali melakukan sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

NASIONAL | 8 Februari 2023

Cari Pilot Susi Air, Aparat Gabungan Telusuri Hutan di Nduga Papua

Aparat gabungan TNI/Polri melakukan penelusuran hutan di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan guna melacak keberadaan pilot Susi Air.

NASIONAL | 8 Februari 2023

Indonesia Emas 2045, BUMN Diharapkan Jadi Pemeran Utama

BUMN diharapkan bisa menjadi pemeran utama dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.

NASIONAL | 9 Februari 2023


TAG POPULER

# Lee Da In


# 1 Abad NU


# Christine Hakim


# Susi Air


# Praxion


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Wanita Tewas di Perumahan Mewah di Penjaringan, Polisi Temukan Pistol di TKP

Wanita Tewas di Perumahan Mewah di Penjaringan, Polisi Temukan Pistol di TKP

MEGAPOLITAN | 1 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE