Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Sidang Obstruction of Justice Penembakan Brigadir J di 2 Ruang Terpisah

Kamis, 1 Desember 2022 | 14:05 WIB
Oleh : Cindy Layan, Rio Pribadi, Tommy Pribadi / BW
Terdakwa kasus merintangi penyidikan atau "obstruction of justice" pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Agus Nurpatria (kiri) dan Hendra Kurniawan (kanan) bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis 1 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Sidang kasus obstruction of justice penembakan Brigadir J digelar di dua ruang terpisah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2022).

Sidang hari ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi untuk terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, Arif Rachman Arifin, Chuck Putranto, dan Irfan Widyanto.

Kasus obstruction of justice penembakan Brigadir J menyeret enam anggota Polri yang disebut jaksa menuruti perintah Ferdy Sambo untuk menghapus rekaman CCTV di tempat kejadian perkara (TKP) Brigadir J tewas.

Sidang untuk terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria digelar di ruang sidang utama, sedangkan sidang untuk terdakwa Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo digelar di ruang sidang 3 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Adapun sidang Arif Rachman Arifin digelar di ruang sidang utama, setelah sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria.

Pemisahan gelaran sidang tersebut dikarenakan adanya permintaan dari penasihat hukum terdakwa.

Terdapat enam saksi yang dimintai keteranganya untuk terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria. Keenam saksi tersebut adalah Radite Hernawa, Agus Saripul, Novianto Rifai, M Rafli, Hery Priyanto, dan Adi Setya.

Sementara yang bersaksi untuk terdakwa Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo terdiri dari Aris, Munafir, Thomser, Agus saripul, Radite Hernawa, Afung, dan Seno Soekarto.

Kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua menyeret Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Adi Purnama, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, dan Irfan Widyanto.

Mereka didakwa dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 subsider Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI