Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Saksi dari Timsus Polri Beberkan Kejanggalan Kasus Brigadir J

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:17 WIB
Oleh : Celvin M Sipahutar/ Theressia Silalahi / FFS
Terdakwa kasus merintangi penyidikan atau "obstruction of justice" pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Agus Nurpatria (kiri) dan Hendra Kurniawan (kanan) bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis 1 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Salah seorang anggota tim khusus (timsus) Polri, Agus Saripul Hidayat, membeberkan kejanggalan dalam penanganan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Hal disampaikan Agus saat bersaksi dalam sidang lanjutan obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus Brigadir J dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (1/12/2022).

"Secara umum peristiwa ini (pembunuhan Brigadir J) janggal," kata Agus saat bersaksi di ruang sidang.

Agus mengaku baru mengetahui peristiwa penembakan terhadap Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga Jaksel pada 11 Juli 2022 dan bergerak sehari kemudian. Padahal, kejadian tersebut terjadi tiga hari sebelumnya, yakni pada 8 Juli 2022.

Agus juga membeberkan kejanggalan terkait Hendra Kurniawan yang tiba-tiba berangkat ke Jambi. Saat itu, Hendra Kurniawan yang menjabat sebagai Karo Paminal Divpropam Polri menemui keluarga Brigadir J untuk menjelaskan kematian ajudan Ferdy Sambo tersebut.

"Kemudian, tiba-tiba kok orang ini (Hendra Kurniawan) berangkat ke Jambi waktu itu. Di sana kok ada keributan penolakan dari keluarga," tuturnya.

Agus juga menyinggung soal perintah Hendra Kurniawan kepada anak buahnya untuk mengambil CCTV di sekitar Duren Tiga.

"Ke sininya berkembang lagi, kenapa kok memerintahkan anak buahnya untuk mengambil CCTV dan berkembang terus," ucapnya.

Agus sendiri dihadirkan di sidang obstruction of justice untuk mendalami soal barang bukti CCTV dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Dalam keterangannya, dia menjelaskan mengenai DVR CCTV di sekitar Duren Tiga.

"Hal-hal yang menyangkut administrasi terkait perpindahan DVR dari satu orang ke orang lain, apakah saudara menemukan bukti administrasi serah terimanya?" tanya salah satu hakim.

"Tidak," jawab Agus.

"Seharusnya perpindahan barang bukti dari yang diperintahkan diamankan, tetap harus ada?" tanya hakim lagi.

"Harus ada untuk penyidikan," ucap Agus menambahkan.

Kasus obstruction of justice perkara pembuhuhan Brigadir J menjerat Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Adi Purnama, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, dan Irfan Widyanto.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 subsider Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI