Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Kuasa Hukum Hendra Kurniawan dan Agus Cecar Saksi dari Divisi Propam

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:31 WIB
Oleh : Cindy Layan, Rio Abadi / CAR
Terdakwa kasus merintangi penyidikan atau "obstruction of justice" pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Agus Nurpatria (kanan) dan Hendra Kurniawan (kiri) bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis 1 Desember 2022. 

Jakarta, Beritasatu.com - Kuasa Hukum terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria, mencecar saksi Radite Hernawa yang merupakan Divisi Propam Polri. Hal tersebut berlangsung saat sidang lanjutan perkara obstruction of justice atau perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (1/12/2022).

Keterangan yang disampaikan saksi Radite dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dinilai dapat merugikan kliennya. Dalam BAP yang dimaksud, Radite mengatakan perbuatan Hendra dan Agus bertentangan atau tidak sesuai dengan SOP, karena tidak ada surat perintah penyelidikan untuk kasus tewasnya Brigadir J.

Dalam pembelaannya, tim kuasa hukum dalam persidangan menunjukkan surat perintah penyelidikan yang ditanda tangani oleh terdakwa Hendra Kurniawan sewaktu masih menjabat anggota Polri.

“Saya tanya kalau ada ini (surat perintah penyelidikan) bener enggak tindakan dilakukan, salah enggak, menyalahi aturan? Enggak, dia bilang. Kalau begitu, bagaimana dengan keterangan saudara yang tadi di dalam berita acara kan ada dua keterangan yang berbeda? Dia bilang ya dia cabut,” ucap kuasa hukum Hendra dan Agus, Henry Yosodiningrat usai pemeriksaan saksi Radite.

Merespons keberatan tim kuasa hukum terdakwa, saksi Radite mencabut keterangannya dalam BAP soal surat perintah penyelidikan. Radite menerangkan bahwa sprin yang dikeluarkan pihak advokat terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria adalah sah sebab terdakwa Hendra diakui Radite mempunyai wewenang untuk menandatangani surat perintah penyelidikan tersebut.

“Jadi, pendapat yang diberikan saksi dari Radite hanya berdasarkan keterangan yang diberikan oleh penyidik sebanyak 10 halaman dan tadi sudah kita luruskan, bagaimana jika sebetulnya sprin (surat perintah penyelidikan) ini ada? Jawaban dia itu akan berubah tidak seperti ini dalam BAP,” papar kuasa hukum Hendra dan Agus lainnya, Ragahdo Yosodiningrat.

Sebagai informasi, Radite sempat mangkir tiga kali dari panggilan jaksa penuntut umum (JPU) untuk hadir sebagai saksi dalam persidangan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria. Atas dasar permintaan pihak terdakwa dalam persidangan sebelumnya, majelis hakim dan JPU sepakat untuk memanggil paksa Radite serta satu saksi yang juga merupakan anggota divisi Propam Polri.

Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria serta lima terdakwa lain kasus perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J dijerat Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu, para terdakwa juga dijerat dengan Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) UU 19/2016 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI