Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Pesawat Air Asia Overbooked, Penumpang: Kami Diseret seperti Penjahat

Kamis, 1 Desember 2022 | 23:45 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO
Penumpang Air Asia, Susan Yong, dipaksa ke luar pesawat Air Asia yang hendak membawanya dari Kuala Lumpul ke Chiang Mai, Thailand, Rabu, 30 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Seorang penumpang baru-baru ini mengklaim bahwa dia dan keluarganya secara tidak adil dikeluarkan dari pesawat AirAsia. Peristiwa itu terjadi setelah penerbangan mereka dari Kuala Lumpur ke Chiang Mai, Thailand, kelebihan pesanan (overbooked).

Dikutip dari Says.com, Kamis (1/12/2022), pengguna Facebook bernama Susan Yong mengatakan dia memesan tiketnya pada April lalu untuk bepergian bersama ibu, suami, dan orang tua suaminya.

Tidak ada yang salah sampai hari penerbangan, 19 November, ketika Susan mencoba untuk check-in di loket di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2. Dia lalu diberitahu oleh staf bahwa penerbangan sudah penuh dan penerbangan lain akan diatur untuk mereka.

Yong menulis bahwa staf konter layanan telah menyarankan agar mereka mengambil penerbangan ke Chiang Mai keesokan harinya. Tetapi, Susan Yong menolak tawaran tersebut karena mereka telah mengatur transportasi dan hotel di Chiang Mai.

"Staf konter kemudian mengatakan bahwa mereka dapat mengatur agar kami mengambil penerbangan pukul 8 malam itu ke Thailand. Jadi saya bertanya, 'Di mana di Thailand?' dan mereka menjawab, 'Bangkok'," kata Susan.

Saat dia bertanya lebih lanjut, Yong mengatakan staf konter layanan kemudian tiba-tiba memberitahunya bahwa masalah kursi penerbangan mereka telah diselesaikan. Staf itu meminta mereka untuk mendaftarkan barang bawaan untuk naik ke pesawat.

Mengikuti instruksi staf, dia dan suaminya menurunkan barang bawaan mereka dan diantar ke gerbang keberangkatan oleh seorang karyawan. Susan mengatakan mereka juga diberi tiket tulisan tangan oleh konter layanan dan diberi tahu bahwa kursi akan disortir saat mereka naik pesawat.

Susan Yong mengatakan, semuanya berjalan lancar sampai di pesawat. Seorang staf lalu mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kursi karena nama dia dan suaminya ada dalam daftar 'No Show' dalam penerbangan.

Seorang pramugari meminta Susan dan suaminya menunggu sementara dia mencoba mengatur dua kursi untuk mereka. Namun, seorang staf pria tiba-tiba datang ke pesawat dan dengan kasar menyuruh mereka pergi.

"Dia masuk dari jauh dan sikapnya sangat buruk saat meminta kami turun dari pesawat. Saya kaget. ‘Kamu tidak punya tiket, tolong turun dari pesawat sekarang, kamu tidak bisa berada di sini’," kata Susan Yong mengutip perkataan staf itu.

Suami Yong pun meminta penjelasan atas perlakuan kasar tersebut mengingat mereka dipandu sampai ke pesawat, diberi tiket yang ditulis tangan, dan juga dijanjikan tempat duduk.

“Apakah kamu tidak tahu? Tiket tidak dihitung, kami sudah menjelaskannya kepada Anda dengan jelas. Silakan pergi sekarang," jawab staf tersebut.

Susan Yong mengatakan, dia dan suaminya bingung dan tidak mau turun dari pesawat karena orang tua mereka sudah duduk di dalam. Mereka memberi tahu staf bahwa mereka khawatir pesawat akan lepas landas dengan tiga orang tua tanpa mereka temani.

Anggota staf laki-laki itu kemudian mengancam akan memanggil petugas keamanan. Karena mereka tidak mau bergerak, Susan Yong mengatakan petugas keamanan datang untuk mengawal mereka turun dari pesawat.

"Setidaknya enam hingga tujuh dari mereka dengan sikap yang sangat buruk datang dan mengusir kami dari pesawat seperti penjahat. Mereka sangat kasar dan saya sangat takut. Untungnya, kami juga memanggil orang tua kami tepat waktu," tulis Yong di akun Facebook-nya.

Susan Yong juga menunggah dua video yang memperlihatkan keluarganya dikeluarkan secara paksa dari pesawat oleh petugas keamanan. “Setelah turun dari pesawat, saya tidak bisa berbicara dan menangis,” tulisnya.

Yong mengatakan staf bandara kemudian mengatur penerbangan untuk mereka ke Chiang Mai keesokan harinya dan memberi mereka akomodasi untuk bermalam.

Pada hari yang sama, Susan Yong menerima surat elektronik dari maskapai yang mengatakan bahwa mereka akan memberi kompensasi setiap penumpang sebesar US$ 100 (sekitar Rp1,5 juta) di akun AirAsia mereka.

Namun, Susan Yong mengatakan kepada Says.com bahwa dia tidak menerima tawaran tersebut. Atas semua yang terjadi, Susan Yong melaporkan peristiwa itu kepada polisi.

Says.com telah menghubungi pihak AirAsia untuk memverifikasi peristiwa itu dan meminta tanggapan, tetapi belum mendapatkan balasan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Says.com


BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

TERKINI