Logo BeritaSatu

Bareskrim Polri Gelar Perkara Kasus Tambang Ilegal Kaltim Hari Ini

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:51 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara terkait kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) pada hari ini, Jumat (2/12/2022). Mulanya, gelar perkara kasus tambang ilegal direncanakan dilakukan pada Kamis (1/12/2022) kemarin.

Nantinya, dalam gelar perkara tersebut akan menentukan status Ismail Bolong, apakah sudah memenuhi bukti permulaan yang cukup untuk ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Advertisement

"Belum dilaksanakan (gelar perkara) tapi akan segera dilakukan hari ini," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dikonfirmasi wartawan.

Kendati demikian, Pipit belum memerinci mengenai alasan pihaknya melakukan gelar perkara pada hari ini.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah meningkatkan status kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Diketahui, kasus tersebut mencuat ke publik usai beredarnya video Ismail bolong.

"Sudah penyidikan," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (1/12/2022).

Sebelumnya, beredar video dari seorang bernama Ismail Bolong yang mengaku bekerja sebagai pengepul dari konsesi tambang batu bara ilegal di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

"Terkait adanya penambangan batu bara di wilayah Kalimantan Timur, bahwa benar saya bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin," kata Ismail Bolong di awal video tersebut.

Ismail Bolong mengaku memperoleh keuntungan dari hasil pengepulan dan penjualan tambang ilegal mencapai Rp 5 miliar sampai dengan Rp 10 miliar setiap bulan, terhitung sejak Juli 2020 hingga November 2021.

Setahun lebih mengeruk perut bumi tanpa izin, Ismail mengaku telah berkoordinasi dengan Kabareskim Polri Komjen Pol Agus Andrianto. Koordinasi itu diduga untuk membekingi kegiatan ilegal yang dilakukan Ismail dan perusahaan tambang batu bara agar tak tersentuh kasus hukum.

Koordinasi itu tak gratis. Ismail mengaku harus menyerahkan duit kepada jenderal bintang tiga itu sebesar Rp 6 miliar yang disetor sebanyak tiga kali.

"Terkait kegiatan yang saya laksanakan, saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim, yaitu ke Bapak Komjen Pol Agus Andrianto dengan memberikan uang sebanyak tiga kali. Yaitu pada bulan September 2021 sebesar Rp 2 miliar, bulan Oktober 2021 sebesar Rp 2 miliar, dan bulan November 2021 sebesar Rp 2 miliar," ungkap Ismail.

Ia menambahkan, "Uang tersebut saya serahkan langsung kepada Komjen Pol Agus Andrianto di ruang kerja beliau setiap bulannya, sejak bulan Januari 2021 sampai dengan bulan Agustus yang saya serahkan langsung ke ruangan beliau."



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Perintangan Penyidikan, Ini yang Memberatkan Arif Rachman Arifin

Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 1 tahun  penjara pada Arif Rachman Arifin

NEWS | 27 Januari 2023

Pasukan Israel Serang Tepi Barat, 10 Warga Palestina Tewas

Pasukan Israel menyerang wilayah Tepi Barat yang menewaskan 10 warga Palestina pada Kamis (26/1/2023).

NEWS | 27 Januari 2023

Vape Masuk Perda KTR Surabaya, Sanksi Denda Diterapkan

Ery Cahyadi menyatakan, Pemkot Surabaya akan memberikan sanksi tegas bagi para perokok, baik penguna rokok konvensional maupun rokok elektrik atau vape.

NEWS | 27 Januari 2023

Keluarga Mahasiswa UI yang Ditabrak Pertanyakan SP3

Keluarga mahasiswa UI yang tewas ditabrak, Muhammad Hasya Athallah Saputra, mempertanyakan terbitnya SP3 kasus tersebut.

NEWS | 27 Januari 2023

Wali Kota Depok Sebut Larangan Vape Sudah Diatur dalam Perda KTR

Pemkot Depok mengeklaim larangan vape atau rokok elektrik sudah diterapkan sejak ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 02 Tahun 2020.

NEWS | 27 Januari 2023

Kasus Perintangan Penyidikan, Arif Rachman Arifin Dituntut 1 Tahun Penjara

JPU menuntut Arif Rachman Arifin dihukum penjara 1 tahun karena terlibat dalam perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 27 Januari 2023

Kualitas Udara Kota Bangkok Tak Sehat, Warga Disarankan Tetap di Rumah

Kualitas udara di Kota Bangkok telah mencapai tingkat tidak sehat dengan penduduk di ibu kota Thailand disarankan untuk menghindari atau mengurangi aktivitas di luar.

NEWS | 27 Januari 2023

Mahasiswa Hasya Tewas Ditabrak Pensiunan Polisi Malah Tersangka, Iluni UI Turun Gunung

Mahasiswa UI Hasya Athalah tewas diduga ditabrak oleh pensiunan polisi di Jagakarsa, Jakarta Selatan ditetapkan tersangka.

NEWS | 27 Januari 2023

Sebulan Terendam Banjir, 3.700 Hektare Sawah di Kudus Puso

Hampir sebulan lamanya, ribuan hektare lahan sawah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terendam banjir.

NEWS | 27 Januari 2023

Geng Bersenjata Serang Markas Polisi Haiti, 6 Petugas Tewas

Polisi dan warga sipil berunjuk rasa di ibu kota Haiti, Port-au-Prince pada Kamis (26/1/2023) untuk menentang geng bersenjata yang menyerang markas polisi.

NEWS | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Pleidoi Ferdy Sambo


# Serial Killer


# RUU Kesehatan


# Insiden Lion Air


# Biaya Haji 2023


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Dear Kpopers, Ini Jadwal Fan Meeting Artis Korea Bulan Depan

Dear Kpopers, Ini Jadwal Fan Meeting Artis Korea Bulan Depan

LIFESTYLE | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE