Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Bareskrim Segera Tetapkan Tersangka Kasus Mafia Tanah di Surabaya

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:35 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / FFS
Ilustrasi sengketa tanah.

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri tengah mengusut kasus mafia tanah di Surabaya, Jawa Timur. Terkini, Bareskrim telah meningkatkan status penanganan kasus tersebut ke tahap penyidikan dan segera menetapkan tersangka.

"Masih dalam proses penyidikan dan pengumpulan alat bukti," kata Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri, Kombes Muslimin Ahmad saat dikonfirmasi, Jumat (2/12/2022).

Meski demikian, Muslimin belum memerinci mengenai proses pengusutan kasus itu. Yang pasti, tim penyidik telah mengantongi unsur pidana yang ditandai dengan naiknya kasus tersebut dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Terkini, Dittipidum Bareskrim Polri juga tengah mengumpulkan alat bukti. Diketahui, penetapan tersangka harus berdasarkan minimal dua alat bukti sebagaimana Pasal 184 KUHAP dan disertai dengan pemeriksaan calon tersangka.

Diketahui, Bareskrim Polri menggelar perkara kasus ini pada akhir September 2022 yang dipimpin oleh Anjak Dittipidum Bareskrim Polri, Brigjen Yoyon Tony Surya Putra. Hasilnya, ditemukan tindak pidana pembuatan dan penggunaan dokumen yang diduga palsu oleh sindikat mafia tanah dari Surabaya itu.

Kasus ini dilaporkan oleh Wahyu Widiatmoko, mewakili korban. Laporan teregistrasi dengan nomor: LB/B/0146/III/2022/SPKT/Bareskrim Polri, tanggal 25 Maret 2022. Terlapor berinisial MH dan kawan-kawan. Diduga, MH melakukan pemalsuan surat atau menyuruh menempatkan keterangan palsu dalam akta autentik.

Keterangan palsu tersebut mengakibatkan MH dan kawan-kawan memenangkan perkara sengketa pertanahan di pengadilan. Setidaknya, MH dan kawan-kawan diduga telah mengambil lahan seluas 10 hektare di kawasan Darmo Permai, Surabaya.

Kuasa hukum korban, Albert Kuhon mengungkapkan anggota sindikat mafia tanah itu ada yang mengaku sebagai ahli waris pemilik tanah, bekas lurah, pengacara dan melibatkan hakim serta panitera pengadilan. Bahkan, dia menduga juga ada pemodalnya.

"Gerombolan mafia tanah ini hanya bisa dibongkar sampai ke akar-akarnya jika polisi bersungguh-sungguh," kata Kuhon saat dikonfirmasi terpisah.

Dikatakan Kuhon, terlapor MH yang mengaku sebagai ahli waris pemilik tanah berpura-pura menjadi orang kecil yang tidak tahu soal hukum. Menurut Kuhon, berdasarkan rekam jejak di kalangan pengadilan bahwa MH dan kawan-kawan berkali-kali berperkara dalam kasus pertanahan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Pengadilan Negeri Surabaya, maupun di Pengadilan Tata Usaha Negara di Jawa Timur.

"Pada saatnya nanti kita bongkar semua kegiatan mereka. Betul-betul lihai dan terencana," imbuhnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI