Logo BeritaSatu

Pembunuhan Keluarga di Magelang, Pelaku Belajar dari Kasus Sianida

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:50 WIB
Oleh : Rachman Pratama / FFS

Magelang, Beritasatu.com - Penyidikan kasus pembunuhan keluarga di Magelang mengungkap fakta baru. Tersangka Dhio Daffa Syahdilla atau DDS (22) yang tega membunuh kedua orang tuanya, Abhas Ashar (58) dan Heri Riyani (54), serta kakak kandungnya Dhea Chairunnisa (24) dengan racun ternyata belajar dari kasus sianida yang terjadi sebelumnya.

Plt Kapolresta Magelang, AKBP Mochamad Sajarod Zakun di Mapolresta Magelang pada Jumat (2/12/2022) menyebut jika DDS belajar dari kasus Munir, Mirna, dan sate sianida yang terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Advertisement

"Proses penyidikan sudah kami lakukan. Bahwasanya ada beberapa pertanyaan yang kami ajukan khususnya terkait dari mana tersangka mempelajari sehingga sampai mengakibatkan orang tua dan kakaknya meninggal dunia. Ternyata yang bersngkutan menjelaskan belajar dari kasus-kasus yang pernah terjadi. Misalnya kasus Munir yang menggunakan zat kimia arsenik, kemudian kasus yang terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu, di mana ada sate yang diolesi zat kimia sianida dan kasus Mirna yang dicampurkan ke dalam kopi," papar AKBP Mochamad Sajarod Zakun.

Berdasarkan hasil penyidikan petugas, DDS mengakui jika belajar dari kasus-kasus pembunuhan dengan racun yang pernah terjadi. Apalagi, tersangka dengan mudah mendapatkan zat kimia tersebut melalui toko online.

“Pelaku juga mengakui jika dirinya sangat mudah mendapatkan zat kimia berbahaya baik itu arsenik maupun sianida. Dia membelinya secara online dengan sangat mudah,” katanya.

Selain itu, tersangka masih kukuh aksi kejinya tersebut dilatarbelakangi sakit hati karena menanggung beban biaya hidup sekeluarga setelah ayahnya, Abas Ashar pensiun dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Purwodadi Kabupaten Grobogan. Padahal, pernyataan DDS tersebut dibantah oleh keluarga yang juga kakak dari ibu pelaku.

“Sejauh ini pelaku masih bersikukuh bahwa alasannya membunuh kedua orang tua dan kakaknya dengan racun sebanyak dua kali yaitu karena sakit hati dirinya diminta menanggung beban biaya hidup sekeluarga setelah ayahnya pensiun dari KPPN,” jelas AKBP Mochamad Sajarod Zakun.

Seperti diketahui, pada Senin (28/11/2022) lalu, Abhas Ashar bersama istrinya Heri Iryani dan anak pertamanya Dhea Chairunnisa ditemukan tewas di tiga kamar mandi yang berbeda di rumahnya di Gang Durian, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Saat polisi hendak melakukan autopsi, anak kedua korban yaitu Dhio Daffa Syahdilla menolak. Setelah diinterogasi, ternyata Dhio telah memberi racun pada minuman ketiga korban hingga menyebabkan ketiga korban mual, muntah, dan langsung meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan dari Biddokkes Polda Jateng juga memastikan ketiga korban tewas karena racun yang mereka minum. Tingginya kadar racun yang diminum, membuat sejumlah organ dalam ketiga korban memerah seperti terbakar.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gempa Turki, Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan rasa duka yang mendalam atas bencana gempa Turki, Senin (6/2/2023).

NEWS | 6 Februari 2023

Hapus Kesan Horor, Mural Hiasi Simpang Lima Rapak Balikpapan

Kawasan Simpang Lima Rapak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memiliki wajah baru berupa lukisan mural yang unik dan menarik.

NEWS | 7 Februari 2023

Live Instagram Saat Pesta Miras, 31 Anggota Geng Motor di Gowa Diciduk Polisi

Puluhan anggota geng motor di Gowa, Sulawesi Selatan diciduk Polrestabes Makassar saat sedang pesta miras setelah salah satu dari mereka live di Instagram.

NEWS | 6 Februari 2023

Bocah Telantar di Depok Mengaku Dipukul Ibu dengan Tongkat Bisbol

Bocah yang ditemukan telantar di pinggir rel di Dewi Sartika Depok mengaku dipukuli ibu kandungnya dengan tongkat bisbol. 

NEWS | 6 Februari 2023

Mantan Winger Chelsea Christian Atsu Dilaporkan Terperangkap di Reruntuhan Gempa Turki

Christian Atsu, mantan pemain sayap Chelsea dan Newcastle yang kini berusia 31 tahun, menjadi salah satu korban yang terperangkap di reruntuhan gempa Turki.

NEWS | 6 Februari 2023

Besok, Kemenag Gelar Ujian Nasional bagi 6.727 Santri

Kemenag akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional atau yang disebut dengan Imtihan Wathani bagi santri, Rabu (7/2/2023).

NEWS | 6 Februari 2023

Gunting Jari Bayi 7 Bulan, Perawat di Palembang Jadi Tersangka

Polrestabes Palembang menetapkan perawat RS Muhammadiyah sebagai tersangka. Perawat itu gunting jari bayi berusia 7 bulan hingga putus. 

NEWS | 6 Februari 2023

Taruna Poltekpel Surabaya Tewas Dianiaya Senior

Muhammad Rio Ferdinan Anwar (19), seorang taruna Politeknik Pelayaran atau Poltekpel Surabaya tewas diduga dianiaya oleh sejumlah seniornya. 

NEWS | 6 Februari 2023

Mitos Jus Jambu Bisa Sembuhkan DBD, Ini Pendapat Ahli

Mengonsumsi jus jambu, sari kurma dan air daun pepaya ternyata bukan upaya untuk menyembuhkan demam berdarah.

NEWS | 7 Februari 2023

Salju, Cuaca Buruk Hambat Upaya Penyelamatan Korban Gempa Turki

Kondisi salju, hujan, dan beku menghambat operasi pencarian dan penyelamatan korban tewas akibat gempa Turki yang diperkirakan mencapai 1.800 orang.

NEWS | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Gempa Turki, Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa

Gempa Turki, Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE