Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Mentan: Rakyat Bisa Tanam Buah dan Sayur, Kenapa Impor?

Jumat, 2 Desember 2022 | 16:54 WIB
Oleh : Herman / YUD
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengkritik banyaknya sayur dan buah impor yang membanjiri pasar Indonesia, padahal sebetulnya buah dan sayur lokal punya kualitas yang sama baiknya. Justru sebetulnya Indonesia punya peluang untuk mengekspor lebih banyak buah dan sayur lokal ke mancanegara.

“Besok, buah dan sayuran Indonesia akan bela bangsa dan negara Republik Indonesia. Ayo serbu (pasar ekspor), perbaiki sistem, perbaiki konsepsi, perbaiki fokus apa yang mau dicapai, ending-nya seperti apa, yang ekspor yang mana, yang kepentingan nasional yang mana, buat kebijakan dan regulasinya seperti apa. Ya lawan-lawan sedikit orang yang mapan itu, yang cuma tahu impor,” kata Mentan Syahrul di acara pembukaan Jambore Hortikultura dan Gebyar Bawang Putih Nasional yang disiarkan secara daring, Jumat (2/12/2022).

Mentan menegaskan, bukan berarti dirinya menganggap impor tidak boleh. Tetapi kalau buah dan sayuran tersebut masih bisa ditanam di Indonesia, masih ada hasilnya, langkah impor seharusnya tidak diambil.

“Yang tidak boleh kau bohongi itu nalarmu, hatimu, benar tidak ini. Orang rakyat bisa tanam, kok impor. Bukan berarti impor haram, bukan. Yang saya maksud, kita fight yuk. Tuhan kasih negara kita ini luar biasa,” kata Mentan.

Tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan lokal, Mentan meyakini produk hortikultura Indonesia juga punya peluang besar untuk dipasarkan di luar negeri dengan harga yang tinggi.

“Harga durian di Washington Rp 1,5 juta, satu buah. Di sini berapa? Paling Rp 50.000, beda jauh. Makanya yuk tembus (pasar ekspor),” kata Mentan.

Menurutnya, semua negara sebetulnya punya kesempatan yang sama, tinggal siapa yang lebih agresif memanfaatkan berbagai peluang yang ada.

“Bangsa ini harus lebih baik. Kita mau besok kehidupan petani kita, rakyat kita makin kokoh. Kita harus bergerak maju, tidak boleh mundur,” tegas Mentan.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi buah-buahan nusantara pada 2021 mencapai 25,96 juta ton, meningkat sebesar 5,4% dibandingkan produksi 2020 yang sebanyak 24,63 juta ton. Komoditas dengan jumlah produksi terbesar adalah pisang (8,74 juta ton/33,67%), nanas (2,89 juta ton/11,13%), mangga (2,84 juta ton/10,94%), jeruk siam (2,4 juta ton/9,24%), dan durian (1,35 juta ton/5,2%).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI