Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Pemilu 2024, Yudo Margono Pastikan TNI Bakal Netral

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:43 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / YUD
Laksamana TNI Yudo Margono saat mengikuti fit and proper test menjadi Panglima TNI di Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, di Jakarta, Jumat, 2 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Laksamana Yudo Margono memastikan bahwa TNI akan tetap netral pada pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang. Hal itu disampaikan Yudo usai menjalani fit and proper test calon Panglima TNI oleh Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Sebagai informasi, Komisi I DPR telah menyetujui Yudo sebagai Panglima TNI, menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

"Untuk tahun politik saya sudah jelas soal netralitas TNI, dan kita tetap netral di dalam Pemilu 2024 nanti," kata Yudo kepada awak media.

Yudo menegaskan pihaknya akan menggencarkan sosialisasi soal netralitas TNI pada tahun politik ke seluruh jajaran internal. Dia menekankan, netralitas TNI harus tetap terjaga.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) ini juga tidak ambil pusing soal sorotan mengenai efektivitas kerjanya sebagai Panglima TNI nantinya. Hal itu mengingat dia hanya akan menjabat untuk kurang lebih setahun ke depan.

"Silakan masing-masing orang bisa menilai mungkin efektif, mungkin tidak, silakan. Itu hak masing-masing," ujar Yudo.

Diketahui saat fit and proper test, isu global seperti perang Rusia-Ukraina sampai di ranah nasional semacam Pemilu 2024 menjadi perhatian Yudo. Dia menegaskan, pentingnya untuk memerhatikan perkembangan berbagai isu.

Yudo menerangkan, pada tataran global, dunia tengah menghadapi kemajuan teknologi informasi dan digital beserta dampaknya.

"Konflik kepentingan dan kompetisi kekuatan negara-negara besar, terlebih situasi konflik terbuka Rusia-Ukraina saat ini, persaingan dagang dan investasi, dampak perubahan iklim, wabah penyakit, dan bio-security, serangan siber, serta adanya potensi ancaman kelangkaan pangan dan energi," kata Yudo dalam paparannya.

Yudo juga memerhatikan soal potensi instabilitas di sejumlah kawasan. Potensi ini mencuat karena manuver sejumlah negara, mulai dari ketegangan di Laut China Selatan, konflik di Semenanjung Korea, hingga penguatan kerja sama sejumlah negara.

Sementara untuk lingkup nasional, Yudo menilai kondisi Indonesia saat ini cukup stabil. Hanya saja, dia menyoroti soal adanya sejumlah isu nasional yang cukup menonjol.

"Mulai dari gangguan keamanan di daerah tertentu, rencana pembangunan Ibu Kota negara baru, dinamika situasi politik menjelang pesta demokrasi 2024, kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok, serta percepatan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," tutur Yudo.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI