Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Pernyataan Benny Rhamdani soal Siap Perang Dinilai Harus Dilihat Utuh

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:02 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAR
Benny Rhamdani.

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat Politik Citra Insttute, Efriza menilai pihak-pihak mempersoalkan diksi siap perang dan menyerang Benny Rhamdani saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu berlebihan. Menurut Efriza, pernyataan Benny tersebut harus dilihat utuh. Dikatakan, Benny tidak bermaksud untuk mengajak perang secara nyata atau memprovokasi masyarakat.

“Bukan perang yang sebenarnya. Kalau dilihat lebih saksama, Benny mau menyatakan, kalau mau melakukan perlawanan (kepada pemerintah), ya harus melihat fakta dari kinerja pemerintah,” ujar Efriza saat dihubungi, Sabtu (3/12/2022).

Menurutnya, Benny merasa kesal, karena pihak-pihak yang menyerang Jokowi rata-rata bukan mempersoalkan kinerja pemerintah. Namun, kata dia, serangan atau tuduhan yang dialamatkan kepada orang nomor satu di Indonesia itu mengarah pada pribadi, fitnah, dan penyebaran kebencian.

“Bagaimanapun, dia (Benny) barisan relawan pendukung Jokowi. Jadi, bahasa Benny jangan sekadar dilihat bahasa perangnya. Coba dilihat dari keseluruhan bahasanya,” ujarnya.

Akan tetapi, Efriza mengakui pihak oposisi Presiden Jokowi mendapat angin segar dari potongan video yang dilontarkan Benny.

“Yang diambil kalimatnya hanya potongan ucapan Benny, tidak keseluruhan penyataan Benny, tetapi begitulah cara kerja kelompok oposisi yang tidak cerdas. Peristiwa ini juga menunjukan, apa yang disampaikan Benny kepada Presiden merupakan sebuah kebenaran,” katanya.

Lebih lanjut, Efriza mengatakan kelompok opsisi pernah menggunakan diksi perang pada gelaran Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Kalangan oposisi, bahkan mengasosiasikan pilpres dengan perang badar dan perang total untuk membakar semangat para pendukung.

“Ketika kelompok oposisi menggunakan diksi perang, mereka bilang itu untuk membakar semangat dan membangun kekuatan, tetapi ketika kelompok pendukung Jokowi menggunakan kata yang sama mereka bilang arogan dan otoriter,” tuturnya.

Lebih lanjut, Efriza menilai langkah yang dilakukan Benny dalam membela Jokowi tidak bisa disalahkan. Jika dilihat secara utuh, kata dia, Benny hanya ingin mengajak seluruh elemen bersikap proporsional dalam memberi penilaian, serta melakukan kritik berdasarkan data dan kinerja pemerintah.

“Pesan yang ingin disampaikan Benny ke dalam, relawan jangan hanya cuek dan menahan diri, ketika patron dihina-hina. Ia ingin mengajak seluruh komponen untuk memberikan kritik secara proporsional dan tidak memecah belah bangsa,” katanya.

Diketahui, potongan video percakapan antara Benny dan Jokowi viral di media sosial. Benny mengaku pihaknya siap tempur di lapangan melawan pihak-pihak yang dianggap menjadi lawan dari Presiden Jokowi.

“Kita ini pemenang, Pak, pilpres, kita ini besar, tetapi serangan lawan ini masih terus. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak. Kalau Bapak enggak mengizinkan kita tempur di lapangan melawan mereka, maka penegakan hukum yang harus,” ujar Benny.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI