Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Polda Sulsel Klarifikasi Video Viral Polisi Bongkar Kebobrokan Polri

Sabtu, 3 Desember 2022 | 14:04 WIB
Oleh : Ifan Ahmad / FFS
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana.

Makassar, Beritasatu.com - Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) merespons mengenai video pengakuan seorang polisi Tana Toraja, Aipda Aksan yang membongkar bobroknya institusi Polri. Polda Sulsel menyatakan, anggotanya tersebut membuat video karena kecewa dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tana Toraja.

Sebelumnya, video Aipda Aksan, anggota Bhabinkamtibmas di Kecamatan Bongga Karadeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang mengungkap bobroknya institusi Polri viral di media sosial. Dalam unggahannya, Aksan menyebut Polri sekarang makin tidak karuan. Dari sisi rekrutmen, misalnya, Aksan menyebut calon anggota Polri harus bayar. Untuk pindah posisi juga harus bayar. Aksan dalam unggahan itu meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit membersihkan Polri dari mafia.

Menanggapi video viral itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana membantah dan mengatakan Aipda Aksan memberikan pernyataan pribadi itu berdasarkan asumsi sendiri dan tidak didukung dengan data dan bukti.

Komang menduga pernyataan tersebut disampaikan karena Aipda Aksan keberatan dan kecewa telah dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tana Toraja atau Tator karena dilaporkan telah mempreteli sepeda motor dinas.

"Jadi Aipda A ini sebelumnya diperiksa oleh propam Polres Palopo karena mempreteli sepeda motor dinas, namun dimutasi ke Polres Tator sehingga penanganan perkaranya dilimpahkan ke Polres Tator," kata Komang, Jumat (2/12/2022).

"Propam Polres Tator juga sudah melakukan sidang disiplin dengan putusan penundaan pendidikan selama enam bulan," lanjut Kabid Humas.

Komang mengaskan perbuatan Aipda Aksan yang telah membuat rekaman video opini negatif tentang institusi Polri dan tersebar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Untuk itu, kata Komang, Propam langsung melakukan pemeriksaan pelanggaran disiplin dan atau kode etik profesi Polri terhadap tindakan Aipda A ini.

Dalam pemeriksaan, kata Kabid Humas, Aipda A ini telah membuat rekaman video klarifikasi dan permintaan maaf. Aipda A menyebut tidak ada niat untuk menyebarkan dan hanya ingin mengirim ke temannya.

Lebih lanjut Komang Suartana membantah penyataan Aipda A bahwa hanya dirinya dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tator. Padahal, ada dua orang lainnya yang merupakan anggota Subbagsarpras Polres Palopo yang turut dilaporkan.

"Jadi yang sebenarnya aduan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Propam Polres Palopo di mana AKP Abd Hamid bersama dua anggota Subbagsarpras yang dilaporkan Aipda A telah disidang disiplin dan dijatuhi hukuman disiplin," katanya.

Dikatakannya, AKP Hamid dijatuhi sanksi berupa teguran tertulis, sedangkan Bripka Zakaria dari Polres Palopo dan Bripka Adi disanksi berupa penempatan pada tempat khusus (patsus) selama 21 hari.

Selain itu, Kabid Humas juga menyampaikan catatan personel (Catpers) Aipda Aksan selama bertugas di Polres Palopo dengan fakta.

"Pada tahun 2012 melakukan pelanggaran disiplin yaitu mengeluarkan kata-kata kasar dan proses pemeriksaan oleh Seksipropam Polres Palopo dengan putusan sidang disiplin berupa teguran tertulis," ungkap Komang.

Selain itu, lanjut Komang, pada 2017, Aipda Aksan menarik mobil leasing dan telah dilakukan proses pemeriksaan dengan putusan sidang disiplin berupa penempatan pada tempat khusus selama 21 hari.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI