Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Paspampres Perkosa Prajurit, Moeldoko: Tak Ada Toleransi

Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:45 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / YUD
Moeldoko.

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai tidak boleh ada toleransi dalam kasus dugaan perkosaan oleh perwira Paspampres terhadap seorang prajurit wanita. Dia menekankan, proses hukum harus ditegakkan.

"Ya saya sebagai mantan Panglima TNI, tegas enggak ada toleransi dalam penegakan siapapun dia, dari mana pun berasal," kata Moeldoko di Epicentrum XXI, Jakarta, Sabtu (3/12/2022).

Sementara untuk pihak korban, Moeldoko menekankan pentingnya untuk mendalami kasus dugaan pemerkosaan ini. Hal itu untuk menentukan penanganan yang sesuai terhadapnya.

"Seperti apa sebenarnya apakah perlu rehabilitasi di psikologi dan lain-lain," ujar Moeldoko.

Pendalaman atas kasus ini menurut Moeldoko juga diperlukan untuk menentukan nasib tersangka di kesatuan Paspampres yang diduga melakukan pemerkosaan. Hal itu bakal ditentukan di persidangan.

"Nanti mau dihentikan atau tidak nanti ada persidangan, itu yang akan menentukan tapi di sidang ada pembelaannya di situ beradu argumentasi. Jadi tidak semena-mena dipidana, dipecat, semua melalui proses hukum," tutur Moeldoko.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membenarkan perwira Paspampres berinisial Mayor Infanteri BF diduga memerkosa prajurit wanita Divisi Infanteri 3/Kostrad Letnan Dua Caj (K) GER.

"Oh sudah, sudah diproses hukum langsung," kata Jenderal Andika kepada wartawan seusai melepas Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/12/2022).

Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa dugaan pemerkosaan yang melibatkan perwira Paspampres tersebut terjadi di Bali pada pertengahan November 2022.

Saat ini, lanjut Panglima TNI, Mayor BF, perwira Paspampres itu, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Detasemen Polisi Militer TNI. Sebelumnya, tersangka BF telah menjalani penyidikan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Penyidikan dilakukan di Makassar karena korban pemerkosaan merupakan prajurit yang bertugas di Divisi Infanteri 3/Kostrad yang markasnya berada di Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI