Logo BeritaSatu

ADDI Bantah Bencana Alam Akibat Tidak Terapkan Sistem Khilafah

Minggu, 4 Desember 2022 | 03:27 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDI) membantah pandangan kelompok radikal yang menyebut bahwa bencana alam yang terjadi di Tanah Air akibat pemerintah tidak menerapkan sistem khilafah.

"Ironisnya, musibah atau bencana terutama di Indonesia justru 'dimainkan' kelompok radikal dengan mengeklaim bencana itu akibat tidak diterapkannya sistem khilafah," kata Ketua Umum ADDI Moch Syarif Hidayatullah di Jakarta, Sabtu (3/12/2022).

Advertisement

Ketua Umum ADDI mengatakan, keputusan musibah atau azab apakah berhubungan dengan persepsi dan perspektif masih belum final, karena kondisi sekarang dengan zaman para nabi berbeda. Dulu, nabi mendapat jawaban langsung dari Allah SWT apakah musibah atau azab.

Ia menjelaskan, dalam konteks itu perlu dipahami kalau bencana alam dalam kitab suci termasuk Al-Qur’an dijelaskan sebagai azab. Hal tersebut suatu pelanggaran yang konkret dan dijelaskan oleh Allah SWT melalui para nabi. Pada saat itu, ada nabi yang memang mendapat wahyu dan bisa menjelaskannya.

Sementara itu, sekarang tidak ada nabi sehingga klaim yang disampaikan kelompok yang mempolitisasi dengan menyebut bencana karena tidak menerapkan khilafah, adalah asumsi dan mengarah pada pencocokan serta tidak berdasar.

"Persepsi seperti itu sama saja dengan ngawur. Apalagi negara Islam di seluruh dunia tidak ada yang menggunakan sistem khilafah," ujarnya.

Ia menegaskan, terlalu naif kelompok radikal mengeklaim bencana alam karena Indonesia tidak menerapkan sistem khilafah karena faktanya memang tidak demikian.

Baca selanjutnya
"Kita tidak boleh menanggapi bencana sebagai azab gara-gara tidak menerapkan sistem ...


hal 1 dari 3 halaman

Halaman: 123selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Kode Etik di Laut China Selatan

Indonesia siap menjadi tuan rumah perundingan kode etik (code of conduct) di Laut China Selatan, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sabtu (4/2/2023).

NEWS | 5 Februari 2023

Kronologi Nenek di Sukabumi Dipolisikan Pelaku Pencabulan Cucunya

Kapolres Sukabumi, AKBP Zainal Abidin membeberkan kronologi nenek Sukabumi yang dipolisikan terdakwa kasus pencabulan terhadap cucunya. 

NEWS | 5 Februari 2023

PM Jepang Pecat Ajudan yang Anti-pasangan Sesama Jenis

PM Jepang Fumio Kishida pada Sabtu (4/2/2023), pecat ajudan yang mengatakan tidak ingin hidup berdampingan dengan pasangan sesama jenis.

NEWS | 5 Februari 2023

Bripka Madih Merasa Dizalimi Kementerian ATR/BPN dan Bareskrim Polri

Anggota Provost Polsek Jatinegara, Bripka Madih yang viral atas kasus polisi peras polisi mengaku dizalimi Kementerian ATR/BPN dan Bareskrim Polri. 

NEWS | 5 Februari 2023

Bersihkan Pengaruh Pro-Rusia, Zelensky Cabut Kewarganegaraan Sejumlah Politisi

Zelensky mencabut kewarganegaraan beberapa mantan politisi berpengaruh pada sebagai langkah terbaru untuk "membersihkan" negara dari pengaruh pro-Rusia.

NEWS | 5 Februari 2023

Diperas Polisi Jadi Alasan Bripka Madih Mundur dari Polri

Anggota Provost Polsek Jatinegara Bripka Madih mengaku mengundurkan diri sebagai anggota Polri lantaran kasus polisi peras polisi. 

NEWS | 5 Februari 2023

Semakin Banyak Keluarga Kaya Tiongkok Pindahkan Hartanya ke Singapura

Singapura kini melihat semakin banyak masuknya keluarga kaya Tiongkok yang ingin melindungi harta kekayaan mereka dari Partai Komunis Tiongkok,

NEWS | 5 Februari 2023

Kasus Polisi Peras Polisi, Bripka Madih Dipanggil Polda Metro Jaya

Bripka Madih dipanggil Polda Metro Jaya terkait kasus polisi peras polisi. Bripka Madih mengaku diperas penyidik terkait kasus sengketa tanah keluarganya.

NEWS | 5 Februari 2023

Pakistan Blokir Wikipedia karena Konten Penghujatan

Wikipedia diblokir di Pakistan pada hari Sabtu (4/2/2023) setelah pihak berwenang menyensor situs web karena menampung "konten yang menghujat".

NEWS | 5 Februari 2023

Paus Terlilit Jaring Nelayan Selama 4 Hari di Pantai Pasir Kandang Padang

Seekor paus terlilit tali jaring nelayan selama empat hari di Pantai Pasir Kandang, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat. 

NEWS | 5 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Kode Etik di Laut China Selatan

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Kode Etik di Laut China Selatan

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE