Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Kerupuk Rengginang Mojokerto Tembus Pasar Hong Kong

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:46 WIB
Oleh : Fredericus Hardiyanto / FER
Usaha krupuk rengginang masih tetap eksis berproduksi di Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Jombang, Beritasatu.com - Di tengah serbuan aneka jajanan modern, usaha kerupuk rengginang, makanan khas berbahan beras, yang selama ini biasa disuguhkan di acara-acara hajatan di pedesaan, masih tetap eksis berproduksi hingga sekarang.

Seperti yang dilakukan oleh pasangan Umi Mufidah dan warga Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang hingga sekarang masih membuat kerupuk renginang.

Pemilik usaha rengginang, Bagus Dwi Purnomo, menjelaskan, produksi kerupuk rengginang ini merupakan usaha turun temurun yang masih tetap eksis hingga sekarang.

"Untuk produksi renginang sejak generasi pertama nenek saya, sejak 1978 sampai sekarang masih dipegang generasi kedua, dan saya generasi ke tiga," ujar Bagus Dwi Purnomo kepada BTV, di Mojokerto, Minggu (4/12/2022).

Setiap harinya, usaha tradisional ini mampu memproduksi hingga 180 kilogram rengginang atau sekitar 2.000 bungkus kerupuk rengginang.

Usaha krupuk rengginang masih tetap eksis berproduksi di Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Menurut Bagus, untuk membuat kerupuk rengginang sama seperti biasanya. Beras dikukus hingga matang dan selanjutnya diberi aneka macam bumbu dan rasa, kemudian dijemur hingga kering.

"Namun, jika musim hujan seperti sekarang ini untuk mengeringkan rengginang dilakukan dengan menggunakan oven," jelas Bagus.

Setelah kering, rengginang kemudian digoreng sehingga mekar. Selanjutnya, kerupuk rengginang dikemas dalam kantong ukuran seperempat kilogram dan siap untuk dipasarkan.

"Dahulu kerupuk rengginang hanya satu rasa saja, namun kini untuk tetap diminati konsumen, dibuat aneka varian rasa seperti rasa udang, asin, manis, hingga wijen manis," kata Bagus.

Menyoal harga jualnya, satu bungkus kerupuk rengginang dijual dengan harga Rp 18.000, dan dipasarkan ke berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. "Pemasarannya sendiri melalui media sosial," imbuhnya.

Tak hanya di Indonesia, produk rengginang ini dipasarkan hingga mancanegara. Usaha rumahan ini mampu menembus pasar Hong Kong, dengan kemasan khusus menggunakan bahasa Mandarin.

"Rata-rata pengiriman kerupuk rengginang ke Hong Kong mencapai 1.500 hingga 2.000 bungkus setiap minggu, dengan omzet mencapai Rp 10 juta," pungkas Bagus.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI