Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Warga Lebak Berdesakan Berebut BLT, Banyak Anak Terjepit

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:53 WIB
Oleh : Ibnu Malik / FMB
Ribuan warga dari sembilan kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten yang ingin mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) BBM membeludak di kantor Kecamatan Rangkasbitung sejak Sabtu pagi (3/12/2022).

Lebak, Beritasatu.com - Ribuan warga dari sembilan kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten yang ingin mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) BBM membeludak di kantor Kecamatan Rangkasbitung sejak Sabtu pagi (3/12/2022).

Antrean panjang yang terjadi sejak Sabtu pagi hingga siang yang tidak tertangani membuat situasi mulai tidak kondusif. Mereka yang sudah bertahan berjam-jam tetapi tidak kunjung mendapatkan giliran terlibat aksi saling berebut masuk. Di antara mereka saling dorong berdesakan ingin lebih didahulukan oleh petugas menerima BLT BBM sebesar Rp 600.000.

Semakin banyak jumlah masyarakat yang terus berdatangan, membuat situasi semakin tidak terkendali. Warga tidak lagi peduli dengan sesama, mereka saling dorong dan berebut, dan akibatnya banyak penerima BLT yang merupakan ibu rumah tangga yang membawa anak mereka terjepit diantara warga yang berebut berdesakan. Satu orang warga penerima juga bahkan jatuh pingsan karena dalam kondisi tidak sehat setelah berjubel dengan warga lain.

"Dari tadi antre datang dari Maja tidak dapat dapat dari tadi, sudah lebih dari tiga jam kecewa banget ini suruh antre di Rangkasbitung, mana bawa anak," kata Ainah, warga, Sabtu (3/12/2022).

Petugas penyalur BLT dari Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Lebak mengatakan jumlah petugas di lapangan tidak sebanding dengan membeludaknya jumlah penerima yang datang secara bersamaan. Dalam sehari, penerima di sembilan kecamatan mencapai ribuan orang dijadikan satu lokasi penerimaan di kantor kecamatan. Ada empat lokasi penyaluran BLT BBM dari 28 kecamatan, dengan total penerima bantuan di Kabupaten Lebak mencapai 155.220 warga.

"Kecewa banget, harusnya dibagikan di masing-masing desa aja jadi gak antre kaya gini. Tadi antre jam delapan hingga saat ini belum dapat bantuan, ini kasihan banyak anak kecil di sini," kata Dahlan, warga, Sabtu (03/12/2022).

Warga berharap otoritas yang bertugas mendistribusikan BLT bisa mengubah pola pembagian, dengan tidak menjadwalkan pembagian untuk sejumlah kecamatan dalam sehari.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI