Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Bekantan Mengamuk dan Masuk Permukiman, Warga Panik

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:31 WIB
Oleh : Fuad Iqbal / FMB
Seekor kera hidung panjang atau Bekantan sempat membuat puluhan warga panik, lantaran mengamuk dan berkeliaran di permukiman warga di kawasan Kampung Sasirangan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (3/12/2022).

Banjarmasin, Beritasatu.com - Seekor kera hidung panjang atau Bekantan sempat membuat puluhan warga panik, lantaran mengamuk dan berkeliaran di permukiman warga di kawasan Kampung Sasirangan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Proses evakuasi kera Bekantan itu pun sempat berlangsung dramatis, lantaran sempat diwarnai aksi kejar-kejaran.

Dalam rekaman video amatir, tampak kepanikan puluhan warga saat berusaha untuk mengejar dan menangkap seekor kera bekantan yang mengamuk di tengah pemukiman warga.

Setelah sempat terjadi aksi kejar-kejaran, Tim Animal Rescue dari Dinas Damkar Banjarmasin, bersama warga setempat, akhirnya berhasil menangkap dan mengevakuasi kera bekantan itu pada Sabtu sore, (03/12/2022).

Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan atau DKP3 Banjarmasin, Annang Dwijatmiko, mengungkapkan, dalam melumpuhkan monyet hidung panjang tersebut, anggota Tim Animal Rescue menggunakan cara tradisional, yakni menggunakan sebilah supit untuk menancapkan suntikan bius.

Setelah itu, hewan langka yang dilindungi bernama latin Nasalis larvatus itu, berhasil diamankan ke Kebun Binatang Mini (KBM) Jahri Saleh, Banjarmasin.

"Saat itu posisinya di atas rumah mau lompat ke pohon. Awalnya masih bisa lari-lari. Lalu setelah obat bereaksi, hewan itu turun ke bawah dan pingsan," ungkap Anang.

Menurutnya, laporan terkait gangguan dari kera bekantan itu telah mereka terima sejak 3 hari lalu. Namun, akibat terlalu lincah, kera bekantan itu pun sulit untuk ditangkap.

"Sebenarnya kita sudah lama dapat laporan warga. Tapi selalu kucing-kucingan. Awalnya informasinya bekantan ini juga sempat muncul di Sungai Baru, Ahmad Yani KM 1 dan Kampung Gedang," sambungnya lagi.

Terkait hal itu, Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjarmasin, Annang Dwijatmiko menyampaikan, proses evakuasi kera bekantan itu berjalan cukup dramatis.

"Dari jam 4 sore kita ke lokasi, baru berhasil diamankan jam 6 lewat. Antusias warga yang ingin membantu petugas cukup tinggi, sehingga membuat kera Bekantan itu mengamuk lantaran merasa terancam," jelasnya.

Sejauh ini, menurut Annang, kondisi bekantan yang usianya diperkirakan sekira 5 tahun tersebut, sudah lebih stabil pasca dilakukan proses evakuasi.

"Beratnya sekitar 20 kilogram. Tingginya sekitar 150 cm dan usianya kemungkinan 5 tahun. Sudah bisa disebut dewasa," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya masih akan melakukan karantina selama 14 hari, untuk memeriksa kesehatannya lebih jauh.

"Setelah itu baru kita akan kerja sama dengan pihak-pihak terkait. Apakah nanti dilepasliarkan atau kemungkinan diletakan di KBM sebagai koleksi," pungkasnya.

Dugaan sementara, ada dua penyebab kera Bekantan itu mengamuk ke pemukiman warga, yakni dugaan pertama kera bekantan itu terpisah dari koloninya, dan dugaan kedua kera bekantan itu pernah menjadi peliharaan warga, lalu terlepas, sehingga kera langka itu kesulitan untuk mancari makan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI