Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Hingga 4 Desember, Cianjur Diguncang 384 Kali Gempa Susulan

Minggu, 4 Desember 2022 | 20:09 WIB
Oleh : Herman / YUD
Rabu pagi (30/11/2022), warga Kampung Sarampad Wetan yang merupakan daerah terparah mulai membersihkan puing reruntuhan gempa Cianjur.

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat total gempa susulan di Cianjur hingga 4 Desember 2022 pukul 15.00 WIB mencapai 384 kali. Data ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Cecep S. Alamsyah dalam konferensi pers update penanganan gempa Cianjur, Minggu (4/12/2022).

"Berdasarkan update data BMKG, gempa susulan hingga 4 Desember 2022 sampai pukul 15.00 WIB, itu sudah terjadi 384 kali dari catatan terakhir 379 kali," kata Cecep Alamsyah.

Sementara itu, organisasi relawan yang membantu penanganan gempa Cianjur terus bertambah. Saat ini ada 487 organisasi yang terlibat dari sebelumnya 468 organisasi. Dengan tambahan ini, jumlah relawan juga meningkat jadi 6.798 personel dari sebelumnya 6.555 personel.

"Untuk donasi, per 4 Desember 2022 pukul 15.00 WIB sudah masuk sebesar Rp 11 miliar dari catatan kemarin Rp 10,9 miliar. Instansi pendonor terdiri dari 60 instansi pemerintah, 91 lembaga non pemerintah, perorangan 529
orang," terang Cecep.

Memasuki hari ke-14 pascagempa Cianjur yang terjadi pada 21 November 2022, upaya pencarian delapan korban yang dinyatakan hilang juga terus dilakukan. Namun hari ini upaya tersebut belum membuahkan hasil, sehingga total jumlah korban yang meninggal dunia masih sama seperti sebelumnya.

"Jumlah korban yang meninggal dunia tercatat 334 jiwa. Pencarian pada hari ini belum ditemukan korbanyang hilang, jadi korban yang hilang atau dalam pencarian masih delapan jiwa," kata Cecep.

Untuk jumlah korban yang mengalami luka berat ada sebanyak 593 orang, sedangkan yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 49 orang. Untuk korban yang masih yang berada di pengungsian ada sebanyak 14.683 jiwa.

Pemkab Cianjur juga mencatat kerugian materiil akibat gempa telah mengalami perubahan. Untuk rumah yang mengalami rusak berat bertambah dari 7.817 rumah menjadi 8.151 rumah. Jumlah ini juga sudah tervalidasi.

Untuk rumah yang mengalami rusak sedang juga bertambah dari 10.589 rumah menjadi 11.210 rumah, sementara yang mengalami rusak ringan bertambah dari 17.195 menjadi 18.469 rumah.

"Untuk fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan, jumlahnya ada perubahan dari 518 menjadi 525 sekolah. Untuk rumah ibadah yang mengalami kerusakan tetap 269, fasilitas kesehatan 14, dan gedung perkantoran masih 17," jelas Cecep.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI