Logo BeritaSatu

Elon Musk Aktifkan Akun Tokoh Neo-Nazi, Rapper Ye Dibekukan

Senin, 5 Desember 2022 | 07:52 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

San Francisco, Beritasatu.com – Bos Twitter Elon Musk diketahui telah mengaktifikan kembali akun milik tokoh neo-Nazi neo-Nazi Andrew Anglin, sementara akun milik rapper Ye yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West malah dibekukan, gara-garai ia mengunggah gambar swastika dengan Bintang Daud di dalamnya.

Anglin yang membuat situs neo-Nazi jelas senang. Namun ia penasaran dengan aturan yang diberlakukan Elon Musk Twitter.

Advertisement

“Itu keren,” cuit Anglin pada hari Jumat pekan lalu. “Maksud saya, apa pun aturannya, orang akan mengikutinya. Kami hanya perlu tahu apa aturannya”.

Diketahui, sejak orang terkaya di dunia itu membeli Twitter seharga US$ 44 miliar, platform tersebut telah berjuang untuk menentukan aturannya untuk informasi yang salah dan ujaran kebencian, mengeluarkan pengumuman yang bertentangan dan kontradiktif, dan gagal mengatasi apa yang dikatakan para peneliti sebagai peningkatan meresahkan dalam ujaran kebencian.

Elon Musk adalah seorang yang mengagungkan kebebasan berbicara, dan berambisi menjadikan Twitter sebagai pusatnya digital global. Namun dia juga mengatakan dia tidak akan membuat keputusan besar tentang konten atau tentang memulihkan akun yang diblokir sebelum membuat "dewan moderasi konten”.

Namun tampaknya semua itu berubah, setelah polling pengguna di Twitter, di mana Elon Musk menawarkan pemulihan ke daftar panjang pengguna yang sebelumnya dilarang termasuk mantan presiden Donald Trump, situs satire The Babylon Bee, komedian Kathy Griffin dan Anglin tokoh neo-Nazi.

Sementara dalam cuitannya, Elon Musk menyarankan dia akan mengizinkan semua konten legal di platform, pengusiran rapper Ye menunjukkan bahwa sikapnya tidak sepenuhnya demikian. Gambar swastika yang diunggah oleh rapper Ye tersebut termasuk dalam kategori "sah tapi mengerikan" yang sering membingungkan moderator konten, menurut Eric Goldman, pakar hukum teknologi dan profesor di sekolah hukum Universitas Santa Clara.

Sementara di Eropa telah memberlakukan aturan yang mewajibkan platform media sosial untuk membuat kebijakan tentang informasi yang salah dan ujaran kebencian, Goldman mencatat bahwa setidaknya di AS, peraturan yang longgar memungkinkan Elon Musk menjalankan Twitter sesuai keinginannya, meskipun pendekatannya tidak konsisten.

"Apa yang dilakukan Elon Musk dengan Twitter benar-benar diperbolehkan berdasarkan hukum AS," kata Goldman.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: CNA/AP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hapus Kesan Horor, Mural Hiasi Simpang Lima Rapak Balikpapan

Kawasan Simpang Lima Rapak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memiliki wajah baru berupa lukisan mural yang unik dan menarik.

NEWS | 7 Februari 2023

Live Instagram Saat Pesta Miras, 31 Anggota Geng Motor di Gowa Diciduk Polisi

Puluhan anggota geng motor di Gowa, Sulawesi Selatan diciduk Polrestabes Makassar saat sedang pesta miras setelah salah satu dari mereka live di Instagram.

NEWS | 6 Februari 2023

Bocah Telantar di Depok Mengaku Dipukul Ibu dengan Tongkat Bisbol

Bocah yang ditemukan telantar di pinggir rel di Dewi Sartika Depok mengaku dipukuli ibu kandungnya dengan tongkat bisbol. 

NEWS | 6 Februari 2023

Mantan Winger Chelsea Christian Atsu Dilaporkan Terperangkap di Reruntuhan Gempa Turki

Christian Atsu, mantan pemain sayap Chelsea dan Newcastle yang kini berusia 31 tahun, menjadi salah satu korban yang terperangkap di reruntuhan gempa Turki.

NEWS | 6 Februari 2023

Besok, Kemenag Gelar Ujian Nasional bagi 6.727 Santri

Kemenag akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional atau yang disebut dengan Imtihan Wathani bagi santri, Rabu (7/2/2023).

NEWS | 6 Februari 2023

Gunting Jari Bayi 7 Bulan, Perawat di Palembang Jadi Tersangka

Polrestabes Palembang menetapkan perawat RS Muhammadiyah sebagai tersangka. Perawat itu gunting jari bayi berusia 7 bulan hingga putus. 

NEWS | 6 Februari 2023

Taruna Poltekpel Surabaya Tewas Dianiaya Senior

Muhammad Rio Ferdinan Anwar (19), seorang taruna Politeknik Pelayaran atau Poltekpel Surabaya tewas diduga dianiaya oleh sejumlah seniornya. 

NEWS | 6 Februari 2023

Mitos Jus Jambu Bisa Sembuhkan DBD, Ini Pendapat Ahli

Mengonsumsi jus jambu, sari kurma dan air daun pepaya ternyata bukan upaya untuk menyembuhkan demam berdarah.

NEWS | 7 Februari 2023

Salju, Cuaca Buruk Hambat Upaya Penyelamatan Korban Gempa Turki

Kondisi salju, hujan, dan beku menghambat operasi pencarian dan penyelamatan korban tewas akibat gempa Turki yang diperkirakan mencapai 1.800 orang.

NEWS | 6 Februari 2023

Waspada, Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter di Sejumlah Perairan!

BMKG menyampaikan bahwa gelombang tinggi hingga 6 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada 7-8 Februari 2023.

NEWS | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Live Instagram Saat Pesta Miras, 31 Anggota Geng Motor di Gowa Diciduk Polisi

Live Instagram Saat Pesta Miras, 31 Anggota Geng Motor di Gowa Diciduk Polisi

NEWS | 11 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE