Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Hakim Sebut Alasan Ricky Rizal Amankan Senjata Brigadir J Tak Masuk Akal

Senin, 5 Desember 2022 | 14:06 WIB
Oleh : Celvin M Sipahutar/ Theressia Silalahi / FFS
Terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ricky Rizal alias RR (kiri), dalamm sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 5 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Wahyu Iman Sentosa menyebut alasan terdakwa Ricky Rizal atau Bripka RR saat mengamankan senjata api (senpi) Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tidak masuk akal.

Hal itu Wahyu sampaikan setelah mendengar kesaksian Ricky Rizal dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Senin (5/12/2022).

Dalam sidang tersebut, Ricky bercerita soal Brigadir J yang dikejar-kejar oleh Kuat Ma'ruf yang membawa pisau di Magelang pada 7 Juli 2022 atau sehari sebelum terjadinya penembakan.

Ricky awalnya memperoleh informasi dari Bharada E bahwa Putri Candrawathi meneleponnya dan memintanya bergegas pulang ke rumah di Magelang.

Setelah tiba di Magelang, Ricky melihat Susi, ART keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, duduk sambil menangis. Di sebelah Susi, dia juga melihat Kuat Ma'ruf yang terlihat marah.

Ricky pun bertanya-tanya kepada Kuat tentang peristiwa yang terjadi. Menjawab pertanyaan itu, Kuat menyebut dirinya melihat Brigadir J naik turun tangga dan melihat Putri sudah tergeletak di kamarnya. Ricky mengatakan, hal itu membuat Kuat mengejar Brigadir J sambil membawa pisau.

Setelah itu, Putri bertanya kepada Ricky mengenai keberadaan Brigadir J. Ajudan Ferdy Sambo itu pun langsung mencari Brigadir J, tetapi tak kunjung ketemu. Lantaran tak menemukan keberadaan Brigadir J, Ricky pun mengamankan senjata api rekannya tersebut.

Menanggapi penuturan tersebut, Hakim Ketua Wahyu Iman Sentosa merasa janggal dengan cerita Ricky Rizal.

"Saudara kan disuruh untuk mencari Yosua, tetapi kenapa justru yang Saudara amankan senjata?" tanya Wahyu.

Menjawab itu, Ricky berdalih tindakannya untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan.

"Saya sudah mencari Yosua pertamanya, ketika saya mencari ke kamar, saya melihat ada senpi Steyr," jawab Ricky.

"Setelah itu, saya berpikir, tadi Om Kuat membawa pisau mengejar Yosua, saya takut nanti Yosua membalas. Jadi, saya berinisiatif senpi-nya diamankan dulu," ujarnya.

Ricky menjelaskan kalau seseorang sudah dalam kondisi yang mungkin tidak stabil dan mempunyai senpi, kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.

Meski sudah mendapatkan penjelasan, hakim tampak masih heran dan bahkan menyebut bahwa pernyataan Ricky tak masuk akal.

"Tetapi, menurut saya tetap kok enggak masuk di akal, Saudara ditugaskan mencari Yosua, tapi teAnda malah mengamankan senjata Yosua," tegas Wahyu.

Diberitakan, Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Bharada E didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi juga didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI