Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ricky Rizal Sempat Kepo Saat Brigadir J dan Putri Bertemu di Kamar

Senin, 5 Desember 2022 | 14:19 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / LES
Terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ricky Rizal (kanan), Richard Eliezer (tengah) dan Kuat Ma'ruf (kiri), menunggu dimulainya sidang lanjutan kasus mereka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 5 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Ricky Rizal sempat membeberkan rasa ingin tahu yang dia alami saat Putri Candrawathi bertemu dengan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah Magelang. Ricky menyebut pertemuan berlangsung kurang dari 10 menit.

Hal itu disampaikan Ricky Rizal saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J. Duduk sebagai terdakwa dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN Jaksel), Jakarta, Senin (5/12/2022) kali ini yakni Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dan Kuat Ma'ruf.

Ricky Rizal diketahui juga merupakan terdakwa dalam kasus ini. Hanya saja, di sidang kali ini dia didudukkan sebagai saksi.

Ricky mulanya menerangkan soal Putri yang menanyakan keberadaan Brigadir J. Kepada Ricky, Brigadir J sempat mempertanyakan soal Kuat Ma'ruf yang sempat mengomelinya dan enggan untuk menemui Putri.

"Saya lihat, ayo dicari ibu. Diam terus. Sama saya kok tidak ngapa-ngapain'," ungkap Ricky kepada Brigadir J saat itu.

Ricky dan Brigadir J kemudian menemui Putri di kamar. Putri ketika itu dalam kondisi lemah dan pucat. Brigadir J lalu di kamar Putri dan Ricky lalu sedikit menutup pintu dan menunggu di luar.

"Berapa lama Yosua berdua dengan saudara Putri?," tanya hakim.

"Tidak terlalu lama Yang Mulia," respons Ricky.

"Apa yang dibicarakan tahu?," cecar hakim.

"Saya sempat kepo Yang Mulia, ada apa sih sebenarnya? Saya coba dengar tapi pas diem, ada pembicaraan tapi hanya kecil," timpal Ricky.

"Berapa lama?," hakim kembali menanyakan.

"Kurang dari 10 menit," ungkap Ricky.

Bharada E, Kuat, dan Ricky didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J. “’Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy kau tembak!’,” ungkap JPU soal perintah Ferdy Sambo ke Bharada E.

Bharada E lalu menembak memakai Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J yang membuatnya terjatuh dan bersimbah darah. Tak lupa, Sambo menembak sebanyak satu kali ke kepala Brigadir J untuk memastikan sudah tewas.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI