Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ricky Rizal Tak Dengar Perintah Ferdy Sambo untuk Tembak Brigadir J

Senin, 5 Desember 2022 | 16:00 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / BW
Terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ricky Rizal alias RR (kiri), dalamm sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 5 Desember 2022. 

Jakarta, Beritasatu.com - Ricky Rizal mengaku tidak mendengar perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Brigadir J ditembak oleh Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E atas perintah Ferdy Sambo.

Hal itu disampaikan Ricky Rizal saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J. Duduk sebagai terdakwa dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN Jaksel), Jakarta, Senin (5/12/2022) kali ini yakni Bharada E dan Kuat Ma'ruf.

Ricky Rizal diketahui juga merupakan terdakwa dalam kasus ini. Hanya saja, di sidang kali ini dia didudukkan sebagai saksi.

Mulanya, jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan soal luas ruangan tempat Brigadir J dihabisi di rumah dinas Kompleks Polri, Jalan Duren Tiga. Ricky memperkirakan luasnya sekitar 7-8 meter. Namun demikian, JPU menyatakan bahwa ruangan itu sempit.

"Masa kau tidak mendengar kata-kata, selain 'woy tembak!' Cuma saudara hanya mendengar 'jongkok?'," cecar JPU.

"Siap, yang saya dengar begitu 'jongkok-jongkok'," ungkap Ricky.

JPU lalu menanyakan soal memegang senjata atau tidaknya Ferdy Sambo. Ricky mengaku melihatnya ketika peristiwa penembakan terjadi. Hanya saja, dia tidak tahu-menahu jenis senjata yang dibawa Sambo.

Kemudian, JPU kembali mencecar soal melihat atau tidaknya Ricky peristiwa penembakan. Dia mengaku turut melihatnya.

"Mendengar (penembakan)?" tanya JPU yang dibenarkan oleh Ricky.

"Masa kata-kata 'tembak-tembak' kau tidak dengar?" tanya JPU.

"Tidak ada," jawab Ricky.

"Benar tidak ada atau tidak dengar?" cecar JPU.

"Tidak dengar," jawab Ricky.

Sebetulnya Bharada E dalam kesaksian beberapa waktu lalu sempat menyebut ada perintah 'woy tembak' dari Ferdy Sambo kepadanya untuk menghabisi Brigadir J. Hanya saja, Ricky mengaku tidak mendengarnya.

"Siap saya tidak mendengarkan kata itu," tutur Ricky.

"Cuma 'jongkok'?" tanya JPU.

"Jongkok sama Yosua 'ada apa Pak, ada apa ini'," ungkap Ricky.

Bharada E, Kuat, dan Ricky didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J. “’Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy kau tembak!’,” ungkap JPU soal perintah Ferdy Sambo ke Bharada E.

Bharada E lalu menembak memakai Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J yang membuatnya terjatuh dan bersimbah darah. Tak lupa, Sambo menembak sebanyak satu kali ke kepala Brigadir J untuk memastikan sudah tewas.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI