Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Kuasa Hukum Bharada E: Keterangan Ricky Rizal Cuma Benar 30%

Senin, 5 Desember 2022 | 16:44 WIB
Oleh : Celvin M Sipahutar / BW
Terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ricky Rizal (kanan), Richard Eliezer (tengah) dan Kuat Ma'ruf (kiri), menunggu dimulainya sidang lanjutan kasus mereka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 5 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy menilai, kesaksian Ricky Rizal banyak yang tidak sesuai. Apabila dikalkulasikan, kuasa hukum Bharada E mengatakan, keterangan Ricky Rizal hanya benar 30%.

Hal tersebut Ronny Talapessy sampaikan saat jeda sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022).

Agenda sidang hari ini salah satunya adalah pemeriksaan saksi-saksi, yakni Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf dengan terdakwa Bharada E.

Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf juga terdakwa dalam kasus ini. Ricky Rizal, mantan ajudan Ferdy Sambo, menjadi saksi pertama yang memberikan keterangan kepada majelis hakim.

“Kami menilai keterangan dari Ricky Rizal ini 30% benar, 70% kami ragukan," ujar Ronny kepada awak media.

Menurut Ronny, keterangan Ricky banyak yang tidak sesuai dengan kesaksian dari saksi-saksi sebelumnya. Salah satunya adalah soal arahan Ferdy Sambo yang menggunakan handy talky (HT) untuk memanggil Ricky Rizal di rumah di Jalan Saguling, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Padahal, para ajudan Ferdy Sambo lainnya mengaku tidak mendengar HT.

"Pertama begini, tidak sesuai fakta persidangan. Bahwa para ajudan pernah ditanyakan waktu diperiksa ya, kan HT itu satu jaringan, satu saluran. Jadi, ketika ada panggilan tentunya yang lain mendengar," ucap Ronny.

"Ricky Rizal menyampaikan kalau dia itu dipanggil Ferdy Sambo melalui HT, kan itu sudah ditanyakan kepada ajudan bahwa tidak ada panggilan HT untuk saudara Ricky Rizal naik ke lantai 3," tuturnya.

Lalu, hal janggal lainnya menurut tim kuasa hukum Bharada E adalah terkait Ricky Rizal yang mengetahui peristiwa tembak-menembak dalam kasus kematian Brigadir J. Padahal, pihak yang terakhir dipanggil Ferdy Sambo adalah Bharada E.

Selain itu, masih ada beberapa keterangan Ricky Rizal yang tidak masuk akal. Hal ini bahkan sampai membuat hakim meragukan keterangannya.

Adapun satu hal lain yang turut disoroti oleh kuasa hukum Bharada E adalah Ricky Rizal yang tiba-tiba satu mobil dengan Brigadir J saat berangkat dari Magelang ke rumah si Duren Tiga. Padahal, Brigadir J merupakan orang yang ditugaskan untuk mengawal istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Kubu Bharada E dan hakim pun juga merasa janggal saat Ricky Rizal memberikan keterangan bahwa dirinya mengamankan senpi milik Brigadir J di Magelang.

"Nah inilah beberapa catatan dan ada beberapa catatan khusus lagi. Terus yang menjadi keanehan yang seperti saya sampaikan tadi, kenapa bisa satu mobil? Ini ditanyakan oleh majelis hakim, kok bisa satu mobil? Pertanyaan juga kan. Satu sisi disampaikan pistolnya melekat, tetapi pistol orang lain (Brigadir J) dia sita. Ini tidak benar," ungkap Ronny.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI