Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Antisipasi Libur Natal dan Tahun Baru, PPKM Diperpanjang

Selasa, 6 Desember 2022 | 10:04 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS
Ilustrasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di pengujung 2022. Regulasi tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2022 untuk Perpanjangan PPKM Wilayah Jawa dan Bali dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2022 untuk Perpanjangan PPKM Wilayah Luar Jawa Bali yang mulai berlaku 6 Desember 2022 sampai dengan tanggal 9 Januari 2023.

Dirjen Bina Adwil, Safrizal mengatakan bahwa pengaturan ini lebih kepada langkah antisipatif pemerintah menghadapi libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru. Menurut dia, perpanjangan PPKM merupakan langkah menahan laju kenaikan Covid-19 terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

“Perlu kami sampaikan bahwa perpanjangan kali ini sekaligus sebagai persiapan pemerintah dan pemerintah daerah untuk menghadapi adanya libur Natal dan Tahun Baru, sehingga kegiatan masyarakat baik di tempat ibadah maupun fasilitas umum lainnya dapat berjalan dengan baik dan tidak menjadi pusat penyebaran virus Covid-19," ujar Safrizal kepada wartawan, Senin (6/12/2022).

Seluruh kabupaten/kota di Indonesia saat ini ditetapkan dalam status PPKM level 1 berdasarkan indikator dari Kementerian Kesehatan. Untuk itu, kata Safrizal, seluruh kegiatan dapat dilaksanakan secara normal dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan screening menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Walaupun seluruh aktivitas dapat beroperasi 650, kami tegaskan kembali kepada setiap pengelola gedung ataupun panitia kegiatan untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, termasuk kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas di pusat perbelanjaan, hingga pada saat nonton bareng perhelatan Piala Dunia 2022," imbuh Safrizal.

Safrizal menyebutkan subvarian Omicron XBB menjadi salah satu faktor naiknya jumlah kasus aktif di Indonesia. Di samping itu kenaikan kasus aktif Covid-19 disebabkan mulai longgarnya kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker di tempat umum.

Lebih lanjut, Safrizal mengajak seluruh komponen untuk meningkatkan capaian vaksinasi dosis ketiga yang pada minggu ini masih berada di bawah 30 persen.

“Tak henti-hentinya kami juga menyerukan kepada seluruh komponen pemerintah, serta masyarakat untuk meningkatkan capaian vaksin booster. Terakhir Bapak Presiden Jokowi sudah memberikan pesan yang sangat baik pentingnya vaksinasi booster untuk menahan laju penyebaran Covid-19," kata Safrizal.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI