Logo BeritaSatu

Ismail Bolong Jalani Pemeriksaan Kasus Tambang Ilegal Kaltim

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:51 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / WIR

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri tengah memeriksa Ismail Bolong terkait kasus tambang ilegal Kalimantan Timur (Kaltim).

"Ya betul sedang dalam pemeriksaan," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dikonfirmasi, Selasa (6/12/2022).

Advertisement

Sebelumnya, Ismail Bolong tidak memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri karena sakit. Mulanya, Ismail dijadwalkan menjalani pemeriksaan mengenai terkait kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur dan disebut-sebut turut melibatkan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

"Baru terkonfirmasi. Ya lawyernya baru mengonfirmasi yang bersangkutan alasannya sakit," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dihubungi, Selasa (29/11/2022).

Dikatakan Pipit, pengacara Ismail Bolong menyebut bahwa kliennya menderita stres akibat pemberitaan yang menyangkut namanya.

"Ya katanya stres. Katanya yang menyebabkan stres wartawan-wartawan, katanya media," ucapnya.

Diketahui, beredar video dari seorang bernama Ismail Bolong yang mengaku bekerja sebagai pengepul dari konsesi tambang batu bara ilegal di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

"Terkait adanya penambangan batu bara di wilayah Kalimantan Timur, bahwa benar saya bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin," kata Ismail Bolong di awal video tersebut.

Ismail Bolong mengaku memperoleh keuntungan dari hasil pengepulan dan penjualan tambang ilegal mencapai Rp 5 miliar sampai dengan Rp 10 miliar setiap bulan, terhitung sejak Juli 2020 hingga November 2021.

Setahun lebih mengeruk perut bumi tanpa izin, Ismail mengaku telah berkoordinasi dengan Kabareskim Polri Komjen Pol Agus Andrianto. Koordinasi itu diduga untuk membekingi kegiatan ilegal yang dilakukan Ismail dan perusahaan tambang batu bara agar tak tersentuh kasus hukum.

Koordinasi itu tak gratis. Ismail mengaku harus menyerahkan uang kepada jenderal bintang tiga itu sebesar Rp 6 miliar yang disetor sebanyak tiga kali.

"Terkait kegiatan yang saya laksanakan, saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim, yaitu ke Bapak Komjen Pol Agus Andrianto dengan memberikan uang sebanyak tiga kali. Yaitu pada bulan September 2021 sebesar Rp 2 miliar, bulan Oktober 2021 sebesar Rp 2 miliar, dan bulan November 2021 sebesar Rp 2 miliar," ungkap Ismail.

Ismail menambahkan uang tersebut saya serahkan langsung kepada Komjen Pol Agus Andrianto di ruang kerja beliau setiap bulannya.

"Sejak bulan Januari 2021 sampai dengan bulan Agustus, saya serahkan langsung ke ruangan beliau," imbuhnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

16.000 Pekerja Bakal Masuk IKN, Badan Otorita Segera Hapus Kode Pos 6 Kecamatan

Menjelang masuknya 16.000 pekerja ke IKN, Badan Otorita IKN akan menghapus kode pos enam kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara.

NEWS | 5 Februari 2023

Respons Bamsoet soal Usulan Cak Imin Hapus Jabatan Gubernur

Ketua MPR, Bambang Soesatyo atau Bamsoet merespons usulan Ketua Umum PKB, Cak Imin agar jabatan gubernur dihapus. 

NEWS | 5 Februari 2023

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Kode Etik di Laut China Selatan

Indonesia siap menjadi tuan rumah perundingan kode etik (code of conduct) di Laut China Selatan, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sabtu (4/2/2023).

NEWS | 5 Februari 2023

Kronologi Nenek di Sukabumi Dipolisikan Pelaku Pencabulan Cucunya

Kapolres Sukabumi, AKBP Zainal Abidin membeberkan kronologi nenek Sukabumi yang dipolisikan terdakwa kasus pencabulan terhadap cucunya. 

NEWS | 5 Februari 2023

PM Jepang Pecat Ajudan yang Anti-pasangan Sesama Jenis

PM Jepang Fumio Kishida pada Sabtu (4/2/2023), pecat ajudan yang mengatakan tidak ingin hidup berdampingan dengan pasangan sesama jenis.

NEWS | 5 Februari 2023

Bripka Madih Merasa Dizalimi Kementerian ATR/BPN dan Bareskrim Polri

Anggota Provost Polsek Jatinegara, Bripka Madih yang viral atas kasus polisi peras polisi mengaku dizalimi Kementerian ATR/BPN dan Bareskrim Polri. 

NEWS | 5 Februari 2023

Bersihkan Pengaruh Pro-Rusia, Zelensky Cabut Kewarganegaraan Sejumlah Politisi

Zelensky mencabut kewarganegaraan beberapa mantan politisi berpengaruh pada sebagai langkah terbaru untuk "membersihkan" negara dari pengaruh pro-Rusia.

NEWS | 5 Februari 2023

Diperas Polisi Jadi Alasan Bripka Madih Mundur dari Polri

Anggota Provost Polsek Jatinegara Bripka Madih mengaku mengundurkan diri sebagai anggota Polri lantaran kasus polisi peras polisi. 

NEWS | 5 Februari 2023

Semakin Banyak Keluarga Kaya Tiongkok Pindahkan Hartanya ke Singapura

Singapura kini melihat semakin banyak masuknya keluarga kaya Tiongkok yang ingin melindungi harta kekayaan mereka dari Partai Komunis Tiongkok,

NEWS | 5 Februari 2023

Kasus Polisi Peras Polisi, Bripka Madih Dipanggil Polda Metro Jaya

Bripka Madih dipanggil Polda Metro Jaya terkait kasus polisi peras polisi. Bripka Madih mengaku diperas penyidik terkait kasus sengketa tanah keluarganya.

NEWS | 5 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
16.000 Pekerja Bakal Masuk IKN, Badan Otorita Segera Hapus Kode Pos 6 Kecamatan

16.000 Pekerja Bakal Masuk IKN, Badan Otorita Segera Hapus Kode Pos 6 Kecamatan

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE