Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Basarnas Terus Cari 8 Korban Hilang Akibat Gempa Cianjur

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:20 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / BW
Proses evakuasi jenazah korban gempa Cianjur oleh anggota Basarnas di Desa Cijedil Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat 25 November 2022. 

Jakarta, Beritasatu.com - Basarnas terus mencari delapan korban hilang akibat gempa Cianjur, Jawa Barat. Namun, mulai Rabu (7/12/2022), operasi pencarian dilakukan secara pasif.

Kepala Kantor Basarnas Jawa Barat, Jumaril menyatakan, operasi pencarian korban hilang sudah digelar sejak 21 November 2022 atau saat kali pertama terjadi gempa Cianjur bermagnitudo (M) 5,6.

Operasinya SAR gabungan dilakukan secara masif. Namun hingga hari terakhir perpanjangan ketiga upaya pencarian selama tiga hari, masih ada delapan korban gempa Cianjur yang dinyatakan hilang.

"Kami menggelar operasi SAR sejak pertama kejadian 21 November lalu cukup masif melibatkan relawan potensi SAR sebanyak 1.850 orang dan ditambah dukungan TNI, Polri, serta internal Basarnas lebih kurang 1.000 personel," kata Jumaril saat konferensi pers daring, Selasa (6/12/2022).

Ia menerangkan, tahapan operasi dilaksanakan sesuai aturan tujuh hari dan toleransi penambahan 3x3 hari dan sudah 16 hari operasi SAR. Ia mengatakan operasi SAR tidak dihentikan begitu saja.

Sebab masih ada delapan korban gempa Cianjur yang dicari. "Terhitung besok Rabu (7/12/2022) metode pencarian yang sebelumnya masif dilakukan kini mulai besok pencarian pasif," kata Jumaril.

Basarnas akan mengandalkan alat berat dan tim SAR hanya melakukan stand by mengawasi dan mengarahkan kinerja alat berat. Oleh karena itu, ada pengurangan personel dan peralatan. Namun, tetap ada tim SAR yang mengawal dan mendampingi alat berat ketika ada temuan melakukan evakuasi.

Intinya, kata Jumaril, personel tidak sebanyak kemarin. Namun, ke depan dengan didukung Polri dan TNI yang dialokasikan klaster SAR termasuk relawan membantu pencarian ini. Pelaksanaan akan dilakukan sampai berakhirnya tanggap darurat 20 Desember 2022.

Jumaril menuturkan, hal ini menandai mulai mengurangi sumber daya dan pemda akan melanjutkan tahap selanjutnya rehabilitasi dan kegiatan lain.

Asisten Daerah II Setda Kabupaten Cianjur, Budi Rahayu Thoyib menerangkan, hasil pencarian Selasa ini belum menemukan korban yang hilang dan korban meninggal tetap 334 orang.

"Pencarian hari ini nol. Korban hilang atau masih dalam pencarian sebanyak delapan jiwa. Sementara korban luka berat mencapai 593 orang dan masih dirawat di semua rumah sakit Cianjur sebanyak 44 orang," pungkas Budi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI