Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Total Rumah Rusak Gempa Cianjur Jadi 47.769 Unit

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:39 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / LES
Salah satu rumah contoh tahan gempa mulai dibangun di Kampung Nagrak, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur Kota, Jumat 2 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Total rumah rusak akibat gempa Cianjur, Jawa Barat mencapai 47.769 unit, hal ini diungkapkan Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Cianjur Budi Rahayu Toyib, Selasa (6/12/2022).

“Kerugian materiil, total rumah rusak tervalidasi sampai dengan hari Selasa pukul 15.00 WIB berjumlah 47.769 unit,” katanya saat konferensi pers daring bertajuk “Update Harian Bencana Gempa Cianjur 6 Desember 2022, pada Selasa.

Dari total rumah rusak itu, Budi menyebutkan ada penambahan rumah rusak berat, rumah rusak sedang, dan rumah rusak ringan. Kemarin terdapat 9.048 rumah rusak berat, menjadi 11.116 pada hari ini.

“Rumah rusak sedang dari 12.314 rumah menjadi 13.706 rumah. Rumah rusak ringan dari 20.671 rumah menjadi 22.947 rumah,” jelas Budi.

Selain rumah rusak akibat gempa bumi di Cianjur, Budi pun mengatakan infrastruktur juga rusak dan terdapat penambahan infrastruktur yang rusak seperti fasilitas pendidikan, tempat ibadah, serta fasilitas kesehatan (faskes).

Antara lain fasilitas pendidikan kemarin 525 menjadi 540 pada hari ini, tempat ibadah dari 269 menjadi 272, dan faskes dari 14 menjadi 18. Gedung atau kantor dari 17 unit, masih 17 unit.

Dia pun menuturkan jumlah kecamatan yang terdampak akibat gempa di Cianjur masih sama seperti kemarin, yakni 16 kecamatan dan terdiri dari 169 desa.

Ke-16 kecamatan itu adalah Kecamatan Cianjur, Karang Tengah, Warung Kondang, Cilaku, Gekbrong, Cugenang, Cibeber, Sukaluyu, Sukaresmi, Pacet, Bojong Picung, Cikalong Kulon, Mande, Cipanas, Haurwangi, dan Ciranjang.

Hingga hari ini tidak ada penambahan korban meninggal dunia, korban luka, dan nihil temuan korban hilang akibat gempa di Cianjur. Sehingga totalnya masih sama seperti kemarin, yaitu sebanyak 334 meninggal, 593 luka berat dan 44 di antaranya masih dirawat di rumah sakit (RS) wilayah Cianjur, serta delapan masih dalam pencarian.

Lebih lanjut Budi, berdasar survei yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta United Nations Fund for Population Activities (UNFPA), hingga hari terdapat 495 titik pengungsian dengan 375 titik terpusat dan 120 mandiri.

Dia menyebut bahwa jumlah kepala keluarga (KK) disurvei adalah sebanyak 41.169 KK. Lalu, jumlah total pengungsi di survei sejumlah 114.687 jiwa.

“Pengungsi laki-laki sebesar 54.782 jiwa, pengungsi perempuan sebanyak 59.905. Penyandang disabilitas sebanyak 147 jiwa, ibu hamil 1.640 jiwa, dan lansia (lanjut usia) sebanyak 7.454 jiwa,” pungkas Budi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI