Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Dilibatkan di Skenario Baku Tembak, Putri Candrawathi Ngomel ke Ferdy Sambo

Rabu, 7 Desember 2022 | 18:09 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / LES
Terdakwa Ferdy Sambo memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 7 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Putri Candrawathi sempat memarahi Ferdy Sambo karena dilibatkan dalam skenario fiktif terkait penyebab tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Skenario fiktif dimaksud yakni adanya baku tembak yang menewaskan Brigadir J.

Hal itu diungkapkan Ferdy Sambo saat menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J. Duduk sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jakarta, Rabu (7/12/2022) kali ini yakni Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal.

Ferdy Sambo diketahui juga merupakan terdakwa dalam kasus ini. Hanya saja, untuk persidangan kali ini dia didudukkan sebagai saksi.

Ferdy Sambo mengaku ditanya Putri Candrawathi mengenai peristiwa tewasnya Brigadir J pada Sabtu (9/7/2022) atau sehari setelah kejadian. Ketika itu, keduanya sempat bertengkar.

"Tanggal 9 begitu bangun pagi saya bangunkan istri saya, istri saya menanyakan 'ada apa?' Saya sampaikan Richard menembak Yosua, saya sudah melaporkan ke Bapak Kapolri bahwa ini tembak-menembak, karena kamu dilecehkan oleh Yosua," ungkap Ferdy Sambo dalam persidangan.

"Istri saya marah, istri saya menyampaikan, dari awal saya enggak mau ini diketahui orang peristiwa di Magelang, kenapa kamu libatkan saya?' Saya bilang, tidak mungkin ada tembak-menembak tanpa ada penyebab'," Ferdy Sambo membeberkan.

Namun demikian, Putri tetap tidak terima. Sambo lalu menegaskan dirinya bakal bertanggung jawab.

Bharada E, Kuat, dan Ricky didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J. “’Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy kau tembak!’,” ungkap JPU soal perintah Ferdy Sambo ke Bharada E.

Bharada E lalu menembak memakai Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J yang membuatnya terjatuh dan bersimbah darah. Tak lupa, Ferdy Sambo menembak sebanyak satu kali ke kepala Brigadir J untuk memastikan sudah tewas.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI