Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Tiba di Gedung KPK, Bupati Bangkalan Ra Latif Jalani Pemeriksaan

Kamis, 8 Desember 2022 | 00:14 WIB
Oleh : FFS
Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron atau Ra Latif (kemeja krem) tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, 7 Desember 2022 malam. 

Jakarta, Beritasatu.com - Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron atau Ra Latif tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (7/12/2022) malam. Ra Latif akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai tersangka kasus dugaan suap lelang jabatan di Pemkab Bangkalan.

Berdasarkan pantauan, Ra Latif tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 22.40 WIB dengan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna krem dan peci hitam serta menenteng koper.

Ra Latif memilih bungkam saat ditanya awak media soal kasus yang menjeratnya.

Dengan pengawalan petugas KPK, Ra Latif langsung masuk ke Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim penyidik.

Selain Abdul Latif, tampak juga beberapa tersangka lainnya yang turut dibawa ke Jakarta.

Sebelumnya, KPK menangkap Abdul Latif dan juga beberapa pihak lainnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap lelang jabatan di Pemkab Bangkalan.

"Untuk kebutuhan penyelesaian perkara dimaksud, tim KPK menangkap para tersangka tersebut dan segera dibawa ke Kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (7/12/2022).

Sebelumnya, KPK memeriksa telah memeriksa para tersangka tersebut di Gedung Polda Jatim.

KPK membenarkan sedang menyidik dugaan suap terkait lelang jabatan di Pemkab Bangkalan.

"Benar, saat ini KPK sedang melakukan penyidikan dugaan korupsi suap terkait lelang jabatan yang diduga dilakukan oleh kepala daerah dan beberapa pejabat di Pemkab Bangkalan, Jatim," kata Ali melalui keterangannya pada Senin (31/10/2022).

Terkait uraian perbuatan dan pasal yang disangkakan akan diinformasikan secara lengkap oleh KPK setelah proses penyidikan dianggap cukup dan dilanjutkan dengan upaya paksa penangkapan maupun penahanan para tersangka.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk mencegah Abdul Latif bepergian ke luar negeri selama 6 bulan ke depan sampai April 2023.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI