Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ferdy Sambo Urung Bersaksi di Sidang Hendra dan Agus

Kamis, 8 Desember 2022 | 14:50 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / YUD
Terdakwa Ferdy Sambo (kiri) bersiap memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 7 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Ferdy Sambo urung menyampaikan kesaksian terhadap dua terdakwa perkara obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Dua terdakwa dimaksud yakni Hendra Kurniawan serra Agus Nur Patria.

Hakim menghendaki supaya kesaksian eks Kadiv Propam Polri itu masuk dalam rangkaian pemeriksaan saksi mahkota. Sedangkan, baru Agus saja yang sidangnya dengan agenda pemeriksaan saksi fakta tuntas.

"Jadi saksi mahkota mulai minggu depan," ujar Ketua Majelis Hakim Ahmad Suhel dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (8/12/2022).

Tim pengacara Hendra dan Agus menghendaki agar sidang dengan agenda menghadirkan Sambo itu tetap digelar hari ini. Hanya saja, hakim bersikeras tetap dengan keputusannya.

"Kami mendapat informasi bahwa Pak Ferdy Sambo sudah di PN ini, kalau berkenan izin Yang Mulia untuk mempersingkat waktu persidangan kita, apakah boleh Pak Ferdy Sambo diperiksa hari ini?," tanya salah satu anggota tim pengacara.

"Sudah dikatakan tadi nanti sekaligus," respons Hakim Ahmad.

Dengan demikian, untuk sidang kali ini hanya beragendakan pemeriksaan dua saksi bagi Hendra, yaitu Novianto Rifai dan Muhammad Rafli selaku mantan staf pribadi Sambo. Lalu untuk sidang Agus bakal dilangsungkan pekan depan.

"Untuk terdakwa Agus sidang akan dibuka kembali minggu depan pada 15 Desember 2022," ungkap Hakim Ahmad.

Dalam persidangan kasus ini, Ferdy Sambo didakwa melakukan perintangan penyidikan tewasnya Brigadir J. Hal tersebut dia lakukan bersama dengan Hendra Kurniawan, Arif Rachman Arifin, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, Agus Nur Patria, dan Irfan Widyanto.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 subsider Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI