Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Orang Tua Korban Gangguan Ginjal Lapor ke Bareskrim Polri

Kamis, 8 Desember 2022 | 16:35 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / FFS
Ilustrasi Bareskrim.

Jakarta, Beritasatu.com - Keluarga korban kasus gangguan ginjal akut melapor ke Bareskrim Polri, Kamis (8/12/2022). Mereka melaporkan atas dugaan tindak pidana yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

"Kami kemari untuk membuat laporan atas tindak pidana yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang yaitu terkait dengan konsumsi obat parasetamol yang mengandung etilen dan dietilen yang kelebihan ambang batas. Saat ini kami bersama dengan salah satu orang tua korban Muhammad Rifai," kata kuasa hukum korban, Rezza Adityananda Pramono kepada wartawan di Bareskrim Polri.

Dikatakan Rezza, terkait kasus gangguan ginjal ini polisi belum menerapkan Pasal 338 terkait pembunuhan. Padahal, katanya, pasal tersebut perlu diterapkan karena terdapat obat yang menyebabkan kematian korban.

"Penyidik di Bareskrim Polri ini baru menerapkan pasal mengenai UU Kesehatan dan juga UU Perlindungan Konsumen. Sedangkan untuk rencana laporan yang hari ini kami akan mencoba menggunakan dasar hukum yang berbeda seperti yang tadi saya sampaikan hilangnya nyawa seseorang dimaksud dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 359 KUHP," ucapnya.

Kendati demikian, Reza mengungkapkan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan penyidik terkait pihak yang dilaporkan dalam masalah ini.

"Untuk yang dilaporkan mungkin nanti kita berkoordinasi dulu dengan penyidik," imbuhnya.

Korban dan tim kuasa hukumnya mencoba untuk melapor ke SPKT Bareskrim Polri. Namun, tim kuasa hukum korban, Christma Celi Manafe mengatakan petugas mengarahkan mereka untuk melapor ke Polda Metro Jaya.

"Tadi kami sudah mencoba ke SPKT untuk membuat laporan polisi, namun menurut petugas yang bertugas karena di sini mekanismenya untuk membuat laporan terkait kasus ini harusnya korban lebih dari satu dan tidak boleh di satu wilayah saja. Jadi mereka sarankan kepada kami lebih baik kami ke Polda Metro Jaya," tutur Christma.

Lebih lanjut, kuasa hukum dan korban kemudian menuju ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus tersebut. Sebab mereka tidak akan mengkoordinasi korban lainnya untuk membuat laporan ke Bareskrim Polri.

"Setelah kami pertimbangkan ke orang tua korban, kami akan ke Polda Metro untuk membuat laporan polisi terkait dengan kasus kematian anak dari pada klien kami. Kalau kami klien kami karena hanya satu orang jadi ke Polda," imbuhnya.

Bareskrim Polri diketahui telah menetapkan bos CV Samudra Chemical dengan inisial E sebagai tersangka kasus gangguan ginjal akut. Penetapan tersangka tersebut dilakukan bersamaan dengan penetapan tersangka terhadap korporasi CV Samudera Chemical pada Kamis (17/11/2022) lalu.

Tidak hanya itu, Bareskrim Polri menetapkan dua perusahaan, yaitu PT Afi Farma dan CV Samudera Chemical (SC), sebagai tersangka kasus gangguan ginjal akut.

Kedua perusahaan itu menjadi tersangka dalam kasus dugaan obat sirop tercemar zat kimia berbahaya yang diduga kuat sebagai penyebab kejadian gagal ginjal akut anak di Indonesia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI