Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ibu Kota China Mulai Melonggarkan Kebijakan Keras Covid-19

Kamis, 8 Desember 2022 | 16:54 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Seorang wanita membeli sayuran di pasar di Beijing pada Kamis 8 Desember 2022.

Beijing, Beritasatu.com - Ibu Kota China Beijing pada Rabu (7/12/2022) mulai melonggarkan kebijakan keras Covid-19 mereka yang telah memukul sektor ekonomi dan memicu aksi protes di negara itu.

Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Beijing mengumumkan pelonggaran pembatasan nol-Covid secara nasional, dengan mengurangi cakupan tes wajib, mengizinkan beberapa kasus positif untuk dikarantina di rumah , dan mengakhiri penguncian (lockdown) skala besar.

bBadan kesehatan utama negara itu mengatakan pergeseran taktik dimaksudkan untuk membantu negara itu "mengikuti perubahan zaman". Sebuah relaksasi besar-besaran dari kebijakan pandemi andalan Presiden Xi Jinping ,

Di ibu kota, di mana lonjakan kasus telah memaksa banyak orang untuk tinggal di rumah dan menutup bisnis dan sekolahan, lalu lintas kembali menjadi sekitar setengah dari intensitas biasanya pada Kamis (8/12/2022), kata seorang wartawan AFP.

Di bawah kebijakan yang baru, frekuensi dan ruang lingkup tes PCR, yang sudah lama menjadi andalan kehidupan sehari-hari warga, telah dikurangi.

Jumlah tempat tes Covid di sekitar Beijing telah menurun, namun masih tetap sibuk, karena banyak tempat kerja yang terus membutuhkan tes negatif.

"Saya datang untuk tes karena seseorang di kantor saya dinyatakan positif. Saya harap saya tidak tertular Covid-19," kata Chen Min (28) yang mengenakan jaket, kepada AFP.

Yang lain mengatakan mereka datang untuk diuji karena mereka bekerja di industri perhotelan dan katering, di mana tes Covid tetap wajib.

Zhang Lan, seorang pengemudi pengiriman makanan, mengatakan dia perlu menjalani tes karena "ini adalah permintaan dari perusahaan" untuk menghindari kontaminasi pelanggan.

Di pusat perbelanjaan terdekat, bisnis buka tetapi masih belum ramai, dengan penjaga memeriksa aplikasi kode kesehatan pengunjung meskipun tidak lagi memerlukan tes Covid-19 negatif. "Sangat sepi. Saya pikir orang masih takut keluar," kata manajer Starbucks.

Dan di bagian lain ibu kota, AFP melihat aliran pelanggan tetap masuk ke apotek lokal untuk obat flu dan demam.

"Tapi kami kehabisan stok obat jenis ini. Kami bahkan tidak memiliki Vitamin C yang tersisa," kata Sun Qing, seorang karyawan.

Dia menambahkan, selama beberapa hari terakhir, orang telah membeli obat untuk mengantisipasi pelonggaran kebijakan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: AFP


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI