Logo BeritaSatu

Mantan Bawahan Ferdy Sambo Tak Tahu Soal Surat Penyelidikan Kasus Brigadir J

Kamis, 8 Desember 2022 | 17:54 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan staf pribadi Ferdy Sambo, Novianto Rifai mengklaim tidak tahu-menahu mengenai surat perintah penyelidikan (sprinlidik) kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Hal ini diketahui saat Rifai dicecar mengenai mekanisme penerbitan surat.

"Saksi kan staf pribadi (mantan) Kadiv Propam Ferdy Sambo, yang saya tanyakan kebiasan saudara saksi, kalau terkait surat misalnya surat perintah itu biasanya, dibuat ditandatangani pada jam kerja atau bisa mendadak malam di tanda tangani?,” tanya jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (8/12/2022).

Advertisement

"(Bisa) mendadak, kalau surat perintah mendadak itu kan surat urgent. Biasanya surat urgent yang dibutuhkan tanda tangani," respons Novianto ketika menjadi saksi dalam persidangan untuk terdakwa Hendra Kurniawan.

Rifai menerangkan, surat yang bersifat urgent itu dapat diterbitkan sesuai dengan kebutuhan perintah. Selain itu, hal tersebut dapat dilakukan di luar jam kerja mulai pukul 07.00 dan 15.00 WIB, seperti di malam hari.

Rifai menyebut, sprinlidik dapat ditandatangani selain Kadiv Propam, namun dilarang dilakukan di luar tempat kerja. Sementara, yang punya kewenangan menandatangani adalah para petinggi di Divisi Propam Polri.

JPU sempat mencecar mengenai sprinlidik terkait kasus tewasnya Brigadir J. Hanya saja, Rifai mengaku tidak tahu-menahu.

"Saksi tahu surat perintah penyelidikan surat perintah yang ditandatangani Hendra Kurniawan tahu tidak?," cecar JPU.

"Tidak tahu (sprinlidik)," respons Rifai.

Dalam persidangan kasus ini, Ferdy Sambo didakwa melakukan perintangan penyidikan tewasnya Brigadir J. Hal tersebut dia lakukan bersama dengan Hendra Kurniawan, Arif Rachman Arifin, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, Agus Nur Patria, dan Irfan Widyanto.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 subsider Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dikenal Sejak PD II, Ini Keuntungan Penggunaan Balon Mata-mata

Pejabat Amerika Serikat mengatakan pada Kamis (2/2/2023) bahwa balon mata-mata Tiongkok telah terbang di atas AS selama beberapa hari.

NEWS | 4 Februari 2023

Ayah Bejat Pelaku Pencabulan Anak Kandung Dibekuk Polisi

Sungguh keji dan biadab prilaku seorang ayah di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung ini, mengaku khilaf dan tidak kuat menahan hawa nafsu, Ia tega mencabuli putri kandungnya sendiri yang masih berusia 6 tahun.

NEWS | 4 Februari 2023

Orang Tak Dikenal Bakar Rumah, Mobil, dan Motor di Kendari

Satu unit rumah dan 2 kendaraan mobil serta motor diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra)

NEWS | 4 Februari 2023

Diduga Cabuli Siswa SD, Rumah Pensiunan ASN di Parepare Dilempari Batu

Seorang pensiunan ASN dipukuli massa dan rumahnya dilempari batu lantaran diduga menjadi pelaku pencabulan siswa SD di Parepare Sulawesi Selatan (Sulsel).

NEWS | 4 Februari 2023

Dewan Pers Sebut 97 Persen Pelanggaran Dipicu Kualitas Jurnalisme yang Kurang Baik

Dewan Pers menyebutkan 97 persen pelanggaran pers sepanjang 2022 dilakukan oleh media-media online. 

NEWS | 4 Februari 2023

Produksi UMKM di Makassar Terganjal Kelangkaan Minyakita

Kelangkaan minyak goreng Minyakita menyebabkan sejumlah pelaku UMKM di Makassar kesulitan mendapatkan pasokan.

NEWS | 4 Februari 2023

Fenomena Clickbait, Dunia Pers Dinilai dalam Kondisi Darurat

Ketua Forum Pemred Arifin Asydhad menyatakan, dunia pers Indonesia dalam kondisi darurat karena maraknya judul pemberitaan yang clickbait

NEWS | 4 Februari 2023

Tiongkok Tuduh Politisi dan Media AS Bikin Gaduh Soal Balon Mata-mata

Kemenlu Tiongkok pada Sabtu (4/2/2023) menyatakan, terjadi insiden force majeure yang membuat benda terbang Tiongkok berada di wilayah Amerika Serikat.

NEWS | 4 Februari 2023

Budidaya Melon Golden, Mantan TKI di Lombok Ini Raup Omzet Puluhan Juta

Mantan TKI asal Desa Kebon Ayu Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat NTB berhasil membudidayakan melon golden dan meraup omzet puluhan juta rupiah.

NEWS | 4 Februari 2023

Calon Anggota DPD Dapil Bengkulu Ditembak OTK, Hidayat Nur Wahid: Biadab

Wakil Ketua MPR Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengecam penembakan mantan Sekum Pemuda Muhammadiyah dan calon anggota DPD dapil Bengkulu, Rahimandani. 

NEWS | 4 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Dikenal Sejak PD II, Ini Keuntungan Penggunaan Balon Mata-mata

Dikenal Sejak PD II, Ini Keuntungan Penggunaan Balon Mata-mata

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE