Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Saksi Ungkap Isyarat Hendra Kurniawan Usai Temui Ferdy Sambo

Kamis, 8 Desember 2022 | 19:31 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Terdakwa kasus merintangi penyidikan atau "obstruction of justice" pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Hendra kurniawan (kiri) dan Agus Nurpatria (kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 8 Desember 2022. 

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan staf pribadi Ferdy Sambo, Muhammad Rafli membeberkan momen Hendra Kurniawan serta Arif Rachman Arifin menemui Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada 13 Juli 2022 malam hari. Rafli mengungkapkan Hendra Kurniawan sempat memberinya isyarat usai bertemu dengan Ferdy Sambo saat itu.

Hal itu diungkap Rafli saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan obstruction of justice pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (8/12/2022).

Rafli mulanya ditanya jaksa penuntut umum mengenai momen pertemuan Hendra Kurniawan dan Arif Rachman dengan Ferdy Sambo.

"Siapa yang lebih dulu datang ke ruang Kadiv Propam, Pak Hendra atau Arif atau bareng-bareng?," cecar jaksa.

"Bersama-sama," respons Rafli.

"Apa kata-katanya, ngomong enggak ke saksi?," JPU kembali menanyakan.

"(Hendra tanya) 'Bapak ada', 'siap ada jenderal'," timpal Rafli.

Rafli menerangkan, Hendra serta Arif tidak lama berada di ruangan Ferdy Sambo. Pertemuan ini diketahui bertujuan menunjukkan rekaman CCTV di area rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Jalan Duren Tiga.

Rekaman CCTV saat Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih hidup. Sambo ketika itu sempat marah dan mengeklaim rekaman dimaksud salah. Setelah itu, Hendra serta Arif secara bersamaan keluar dari ruangan Sambo. Keduanya tidak menyampaikan apa pun.

"Ketika keluar, Pak Hendra dan Arif kembali menyapa saksi atau langsung pulang?," cecar JPU.

"Seingat saya cuma gini saja (menaikkan kepala)," respons Rafli sembari memperagakan.

"Cuma gini saja, memberi isyarat saja?," tanya JPU yang dibenarkan oleh Rafli.

"Siapa yang ngasih isyarat?," tanya JPU.

"Pak Hendra," jawab Rafli.

Dalam persidangan kasus ini, Ferdy Sambo didakwa melakukan perintangan penyidikan tewasnya Brigadir J. Hal tersebut dia lakukan bersama dengan Hendra Kurniawan, Arif Rachman Arifin, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, Agus Nur Patria, dan Irfan Widyanto.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 subsider Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI