Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Panglima TNI Sebut Tidak Ada Kasus Mayor Paspampres Perkosa Prajurit Kostrad

Kamis, 8 Desember 2022 | 20:16 WIB
Oleh : Dyah Noor Shinta / FFS
Jenderal Andika Perkasa.

Solo, Beritasatu.com- Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan hasil penyelidikan sementara Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang oknum perwira Paspampres terhadap prajurit Kostrad. Dari penyidikan sementara, tidak ada kasus perwira Paspampres perkosa prajurit Kostrad.

Andika menjelaskan, informasi awal menyebutkan seorang perwira Paspampres, Mayor (Inf) BF diduga memperkosa seorang prajurit Kostrad, Letda Caj (K) GER. Namun, dari proses penyidikan sementara Puspom TNI, kasus tersebut tidak dilakukan dengan paksaan. Dengan demikian, tidak ada kasus pemerkosaan, melainkan suka sama suka.

"Dari hasil pemeriksaan atau pengembangan baru yang menyatakan atau yang mengindikasikan ini tidak dilakukan dengan paksaan. Artinya suka sama suka dan beberapa kali. Dan itu bukan pemerkosaan sehingga arahnya keduanya menjadi tersangka," kata Jenderal Andika di sela-sela pengecekan persiapan pasukan pengamanan pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina di Solo, Kamis (8/12/2022).

Mayor (Inf) BF saat ini ditahan di rutan Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya, Jakarta Pusat. Dengan perkembangann penyidikan ini tidak menutup kemungkinan Letda Caj (K) GER juga akan dijadikan tersangka.

"Dalam pemeriksaan kami, yang tadinya dianggap sebagai korban yang melaporkan. Perkembangannya berbeda karena sangat besar kemungkinan tidak ada korban. Jadi sangat besar kemungkinan dua-duanya adalah pelaku atau tersangka," jelas Andika.

Untuk itu, pelaku yang sebelumnya dijerat dengan Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan akan disangkakan dengan Pasal 281 KUHP tentang Asusila. Namun, Andika menegaskan, secara internal TNI, keduanya akan dijatuhi hukuman pemecatan.

"Itu sesuai dengan pidananya sudah ada KUHP-nya, tetapi untuk aturan internal karena dilakukan sesama keluarga besar TNI konsekuensinya adalah hukuman pemecatan dari dinas," tegasnya.

Saat ini penyelidikan dan pemeriksaan masih terus dilakukan oleh penyidik Puspom TNI. Selain itu, Jenderal Andika menyatakan, berkas perkara, termasuk dan barang bukti tambahan juga masih terus dilengkapi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI