Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Pencarian Korban Gempa Cianjur, 8 Orang Masih Belum Ditemukan

Kamis, 8 Desember 2022 | 20:14 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / LES
Sejumlah kendaraan melewati daerah longsor dampak gempa bumi di Jalan Raya Cipanas, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Jakarta, Beritasatu.com - Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Cianjur, Budi Rahayu Toyib menyatakan pencarian korban gempa Cianjur yang tertimbun longsor di Sate Sinta-Cijedil dan Jalan Mangunkerta, Kecamatan Cugenang pada hari ke-18 masih belum membuahkan hasil, dan sebanyak 8 orang belum ditemukan.

Dengan demikian pemerintah kabupaten Cianjur melaporkan korban meninggal masih tercatat sebanyak 334 orang dan upaya pencarian delapan orang tersebut masih berjalan.

Budi Rayahu Toyib mengatakan pencarian korban gempa Cianjur yang masih tertimbun sudah tidak dilakukan skala besar, namun lebih mengandalkan alat berat karena tingginya longsoran serta hujan yang selalu turun menjelang petang dapat mengancam keselamatan petugas.

"Sampai hari ke-18 setelah bencana, upaya pencarian masih berjalan dan dilakukan di dua titik Sate Sinta dan Jalan Mangunkerta, harapan kami sama dengan pihak keluarga sebelum tanggap darurat habis, jasad korban sudah dapat ditemukan," katanya saat konferensi pers daring pada Kamis (8/12/2022).

Asda I Cianjur, menjelaskan untuk pencarian korban akan terus dilakukan sampai tanggal 20 Desember dengan menggunakan alat berat yang jumlahnya sudah ditambah.

"Tim SAR gabungan tetap memantau ketika alat berat dapat menemukan jasad korban akan langsung dievakuasi," urai Budi.

Selain itu dia mengatakan, delapan orang hilang hingga saat ini belum ditemukan, sedangkan untuk korban luka berat mencapai 593 orang, dan 41 lainya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Untuk titik pengungsian saat ini yang tervalidasi 494 titik dengan rincian 375 titik terpusat dan 119 mandiri. Dan jumlah pengungsi sebanyak 114.683 jiwa," ucap Budi.

Ia menjelaskan, rumah rusak akibat gempa yang sudah terdata mengalami kenaikan menjadi 55.391 dengan rincian rusak ringan sebanyak 26.213, rusak sedang sebanyak 15.757 dan rusak berat sebanyak 13.241 berat, fasilitas kesehatan rusak sebanyak 18, tempat ibadah 279, dan fasilitas pendidikan rusak sebanyak 540.

Jumlah rumah yang rusak diperkirakan akan terus bertambah karena pendataan dan verifikasi masih dilakukan petugas khusus dari BNPB dan dinas terkait di Pemkab Cianjur. Bagi mereka yang rumahnya rusak 8.100 orang diantaranya sudah menerima bantuan tahap pertama dari Presiden Joko Widodo.

"Kami berharap mereka yang sudah mendapat bantuan dapat segera membangun kembali rumahnya dan dapat menjalani hidup normal seperti biasa. Bagi warga yang rumahnya rusak ringan sudah dapat meninggalkan posko pengungsian, meski sebagian besar memilih untuk bertahan," pungkas Budi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI