Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Hendra Kurniawan Tepis Kesaksian Mantan Bawahan Ferdy Sambo

Kamis, 8 Desember 2022 | 20:30 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Terdakwa kasus merintangi penyidikan atau "obstruction of justice" pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Hendra kurniawan (tengah) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 8 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Hendra Kurniawan menepis kesaksian mantan staf pribadi Ferdy Sambo, Muhammad Rafli. Kesaksian Rafli yang dibantah Hendra Kurniawan adalah soal pertemuannya dengan Ferdy Sambo pada 13 Juli 2022.

"Pada 13 Juli saya tidak pernah ke tempatnya Pak Ferdy Sambo (ruangan Kadiv Propam Polri)," ujar Hendra dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (8/12/2022).

Diterangkan Hendra, dia menemui Ferdy Sambo pada 11 Juli 2022. Ketika itu, datang pihak dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Kemudian pada 14 Juli, Hendra dipanggil Sambo dalam rangka pendampingan terhadap pemeriksaan Kuat Ma'ruf, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, serta Ricky Rizal atau Bripka RR.

"Jam 10 saya dipanggil Pak Ferdy Sambo untuk pendampingan di pemeriksaan penyidik pidana umum," tutur Hendra.

Sebelumnya, Rafli dimintai keterangannya mengenai momen Hendra Kurniawan serta Arif Rachman Arifin menemui Ferdy Sambo. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang Kadiv Propam Polri 13 Juli 2022 malam hari.

"Siapa yang lebih dulu datang ke ruang Kadiv Propam, Pak Hendra atau Arif atau bareng-bareng?," cecar jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan yang sama.

"Bersama-sama," respons Rafli yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan kali ini.

"Apa kata-katanya, ngomong enggak ke saksi?," JPU kembali menanyakan.

"(Hendra tanya) 'Bapak ada', 'siap, ada jenderal'," timpal Rafli.

Rafli menerangkan, Hendra serta Arif tidak lama berada di ruangan Ferdy Sambo. Pertemuan ini diketahui soal menunjukkan rekaman CCTV di area rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Jalan Duren Tiga.

Rekaman CCTV menunjukkan saat Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih hidup. Sambo ketika itu sempat marah dan mengeklaim rekaman itu salah. Kemudian, Hendra serta Arif secara bersamaan keluar dari ruangan Sambo. Keduanya tidak menyampaikan apa pun.

"Ketika keluar, Pak Hendra dan Arif kembali menyapa saksi atau langsung pulang?," cecar JPU.

"Seingat saya cuma gini saja (menaikkan kepala)," respons Rafli sembari memperagakan.

"Cuma gini saja, memberi isyarat saja?," tanya JPU yang dibenarkan oleh Rafli.

"Siapa yang ngasih isyarat?," tanya JPU.

"Pak Hendra," jawab Rafli.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI