Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Masyarakat Harus Dibekali Kemampuan Deteksi Dini Ancaman Terorisme

Kamis, 8 Desember 2022 | 22:44 WIB
Oleh : Agnes Tahir Purba / BW
Tim Brimob Polri bersama warga menggunakan keranda mayat untuk menutup jalan usai peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 7 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung yang dilakukan Agus Sujatno, seorang eks napi teroris, mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk harus lebih waspada dan memperketat keamanan. Masyarakat harus dibekali kemampuan deteksi dini ancaman terorisme.

Pengamat terorisme Stanislaus Riyanta mengatakan, penting bagi seluruh masyarakat untuk bersatu memerangi terorisme di Indonesia. Selain itu, pemerintah harus mulai membekali masyarakat dengan kemampuan mendeteksi dan pencegahan dini.

Saat seluruh masyarakat sudah diberikan edukasi untuk mengidentifikasi, melakukan pencegahan dini, dan sepakat bahwa terorisme adalah musuh bersama, maka ruang gerak bagi radikalisme dan terorisme di masyarakat akan makin kecil.

"Harus berkolaborasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk organisasi masyarakat (ormas). Kita punya dua ormas besar seperti ormas Muhammadiyah dan ormas NU, juga ormas-ormas lain diajak bekerja sama untuk bersepakat untuk mendeteksi dini dan pencegahan dini dari ancaman teror, ancaman radikalisme," ujar Stanislaus kepada jurnalis BTV saat diwawancarai via zoom pada Kamis (8/12/22).

"Terutama bersepakat bahwa radikalisme dan terorisme adalah musuh bersama. Ketika sudah ada kesepakatan dari ormas dan tokoh masyarakat, maka untuk menurunkannya (edukasi) kepada masyarakat akan lebih mudah, tetapi ini kan belum tercapai," tambahnya.

Lebih lanjut, Stanislaus memaparkan reaksi masyarakat yang masih terjadi hingga kini ketika ada aksi teror, masih ada pihak yang mendukung, membela, atau bahkan nyinyir terhadap pemerintah.

Reaksi ini yang kemudian secara tidak langsung membuktikan bahwa masyarakat belum sepakat kalau radikalisme dan terorisme adalah musuh bersama.

Meski begitu, pemerintah dalam hal ini BNPT dan Densus 88 dinilai sudah berupaya luar biasa melakukan kegiatan atau operasi-operasi untuk menekan potensi terorisme.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, aksi teror pada 2022 sudah jauh lebih sedikit. Namun upaya tersebut belum cukup, upaya kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan ormas harus dilakukan sesegera mungkin dalam memerangi terorisme.

Diberitakan sebelumnya, ledakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung terjadi pada Rabu (7/12/22) sekitar pukul 08.20 WIB saat anggota tengah melaksanakan apel pagi. Bom Bandung itu menewaskan 1 anggota Polri, serta 9 anggota Polri dan 1 warga sipil luka-luka.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI