Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Eks Napiter Tegaskan Ekonomi Bukan Motif Bom Bunuh Diri

Kamis, 8 Desember 2022 | 22:51 WIB
Oleh : Didik Fibrianto / FFS
Mantan narapidana terorisme (napiter) Pujianto alias Raider Bakiyah saat menghadiri panen jagung di kawasan terpadu nusantara (KTN) di Turen, Kabupaten Malang, Kamis 8 Desember 2022.

Malang, Beritasatu.com - Pujianto alias Raider Bakiyah, eks narapidana terorisme mengatakan ekonomi bukan menjadi motif teroris melakukan bom bunuh diri seperti peristiwa bom di Polsek Astana Anyar atau bom Bandung pada Rabu (7/12/2022) kemarin. Hal ini karena mayoritas pelaku bom bunuh mempunyai uang, dan bahkan disebut kaya.

Pujianto mengungkapkan aksi teror bom bunuh diri didasari pada keyakinan teroris mengenai arti jihad, sehingga bukan didasari faktor ekonomi.

"Bukan faktor ekonomi yang melatarbelakangi mereka. Kalau untuk dunia mereka tidak kurang, mereka kaya, punya uang. Tetapi mereka menuruti ini karena keyakinan," kata Pujianto kepada wartawan di Malang, Kamis (8/12/2022).

Ia juga mengatakan pemahaman tersebut sulit dihentikan, sehingga perlu penjelasan yang ekstra. Salah satunya dengan pendampingan intensif.

"Salah satu jalan untuk menanggulangi aksi terorisme itu dengan memberikan pemahaman, bahwa aksi teror itu salah kepada generasi-generasi berikutnya," kata dia.

Ia menduga, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung tidak sendiri. Pelaku, katanya mempunyai jaringan.

"Tidak mungkin single (sendirian). Pasti punya jaringan. Kecuali eks napiter seperti saya ini, tidak punya jaringan," katanya.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga terus melakukan evaluasi terkait program deradikalisasi.

Sekretaris Utama BNPT, Mayjen TNI Dedi Sambowo menegaskan pihaknya terus melaksanakan kegiatan dan evaluasi secara massif.

"Dilaksanakan terus menerus, secara massif dilakukan dan dilaksanakan secara terus menerus. Karena kegiatan yang dilakukan oleh kita ini adalah amanat UU," katanya.

Dikatakan, pengawasan terhadap eks napiter juga terus dilakukan hingga kini. Dipaparkan, Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, terdiri dari banyak suku bangsa. Namun, ideologi tetap satu, Pancasila dan tidak boleh ada kelompok yang menginginkan ideologi lain selain Pancasila.

"Tentunya kita bersama dengan yang lain. Dari TNI Polri terlibat, pemerintah daerah, barangkali juga teman dari organisasi yang tidak memiliki yang mengutuk paham berbeda dengan ideologi kekerasan, sama-sama kita bagaimana meniadakan paham tersebut," jelas dia.

Terkait dengan pelaku bom bunuh diri Bandung, Dedi mengatakan, pelaku merupakan mantan narapidana terorisme. Ditekankan, semua mantan napiteri sudah tercatat dan datanya masuk dalam catatan yang ada di semua instansi yang terlibat dalam penanganan deradikalisasi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI