Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Hendra Kurniawan Bantah Menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli

Kamis, 8 Desember 2022 | 23:16 WIB
Oleh : Mohamad Said / FFS
Terdakwa kasus merintangi penyidikan atau "obstruction of justice" pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Hendra kurniawan (kiri) dan Agus Nurpatria (kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 8 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Hendra Kurniawan membantah bersama Arif Rachman Arifin menemui Ferdy Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada 13 Juli 2022. Sebelumnya, keterangan Hendra Kurniawan dan Arif Rachman menemui Ferdy Sambo disampaikan mantan staf pribadi Sambo, Novianto Rifai.

Keterangan tersebut disampaikan Novianto Rifai dalam sidang lanjutan perkara dugaan perintangan penyidikan atas pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (8/12/2022).

Hendra mengaku tidak pernah ke ruangan Ferdy Sambo pada 13 Juli seperti kesaksian Novianto.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), jaksa penuntut umum (JPU) menyebutkan Hendra bersama Arif Rachman Arifin menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli 2022. Pada momen itu, Hendra menceritakan isi rekaman CCTV yang menunjukkan Brigadir J masih hidup, berbeda dari cerita rekayasa yang disampaikan.

Sambo lantas mengancam para anak buahnya itu untuk tidak membocorkan hal ini. Dia meminta agar isi rekaman CCTV dimusnahkan.

“Pada tanggal itu (13 Juli 2022), saya tidak pernah ke ruangan Pak FS (Ferdy Sambo), dan saya setiap ke tempat Pak FS itu selalu dengan adc (asisten pribadi) dan driver,” ujar Hendra di hadapan persidangan.

Dalam kesaksiannya, Novianto mengaku melihat Hendra mendatangi kantor Ferdy Sambo di Divisi Propam Polri pada 13 Juli 2022 sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah mendengarkan bantahan Hendra, majelis hakim lantas menanyakan kembali kepada Novianto jika ingin mengubah keterangannya. Namun Novianto mengaku tetap dengan keterangannya.

Dalam kasus ini, Hendra didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 233 KUHP dan Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI