Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

5.000 Petugas Gabungan Bersihkan Material Bangunan Akibat Gempa Cianjur

Sabtu, 10 Desember 2022 | 03:25 WIB
Oleh : BW
Petugas gabungan membantu membersihkan material rumah warga yang ambruk akibat gempa Cianjur di Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, agar dapat dibangun kembali, Jumat 9 Desember 2022.

Cianjur, Beritasatu.com - Petugas gabungan yang terdiri atas TNI/Polri dan Satpol PP sekitar 5.000 orang diterjunkan untuk membantu membersihkan puing dan material rumah yang rusak akibat gempa Cianjur, Jawa Barat, Jumat (9/12/2022). Pembersihan itu guna mempercepat proses pembangunan kembali.

Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana di Cianjur, mengatakan sesuai dengan instruksi Presiden RI, pihaknya bersama TNI dan Satpol PP di wilayah hukum Polda Jabar, terjun langsung ke perkampungan warga untuk membantu membersihkan material rumah terutama yang ambruk.

"Sesuai instruksi Presiden, TNI/Polri, Satpol PP dan warga bahu-membahu membersihkan puing dan material rumah ambruk akibat gempa agar segera dapat dibangun dan direnovasi. Kami mengerahkan lebih dari 5.000 personel," katanya.

Sutarna menjelaskan, setelah fokus melakukan proses evakuasi dilanjutkan dengan tahapan penanggulangan bencana serta rekonstruksi bangunan yang ambruk serta rusak sedang agar dapat segera dibangun kembali dan warga dapat menjalani hidup normal seperti biasa sebelum gempa mengguncang.

Pihaknya menargetkan proses pembersihan puing dan material rumah yang ambruk di tiga kecamatan, Cugenang, Warungkondang dan Cianjur, dapat tuntas hingga satu pekan ke depan, sehingga ribuan personil dibantu alat berat dan truk akan bekerja maksimal agar pembangunan dan renovasi dapat berjalan dengan cepat.

"Kami sudah instruksikan pada personel untuk memisahkan material yang masih bisa dan laik pakai, sehingga dapat digunakan kembali pemilik rumah dalam pembangunan ulang," katanya.

Ia menjelaskan, lima ribuan personel itu terdiri dari Polri sebanyak 2.000 orang, TNI 3.000 orang disebar di 20 titik di tiga kecamatan yang terdampak paling parah, mulai dari Kecamatan Cugenang, Cianjur, dan Warungkondang.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendorong Pemkab Cianjur, Jawa Barat segera merelokasi permukiman warga di sembilan desa di sepanjang zona patahan Cugenang atau sesar Cugenang.

Area patahan Cugenang seluas kurang lebih 9 kilometer persegi tersebut dinyatakan sebagai zona berbahaya untuk dihuni karena rawan gempa bumi.

“Pemicu gempa Cianjur Magnitudo 5,6 pada 21 November 2022 lalu adalah sesar atau patahan Cugenang. Ini adalah sesar yang baru teridentifikasi dalam survei yang dilakukan BMKG,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Ia menyebutkan, karena jalur patahannya ada di wilayah Cugenang maka dinamakan sesar atau patahan Cugenang.

Sebelumnya, kata dia, gempa Cianjur diduga disebabkan aktivitas Sesar Cimandiri karena pusat gempa berada di dekat sesar tersebut.

Namun setelah dilakukan analisis focal mechanism dan sebaran titik gempa-gempa susulan, analisis citra satelit dan foto udara, serta survei lapangan secara detail oleh BMKG terhadap pola sebaran dan karakteristik surface rupture (retakan/rekahan permukaan tanah), sebaran titik longsor, kelurusan morfologi, dan pola sebaran kerusakan bangunan, maka disimpulkan bahwa gempa Cianjur disebabkan oleh sesar baru Cugenang.

Dwikorita memaparkan patahan Cugenang membentang sepanjang kurang lebih 9 kilometer dan melintasi sedikitnya sembilan desa.

Dari sembilan desa yang dilintasi patahan Cugenang, delapan di antaranya termasuk Kecamatan Cugenang. Kedelapan desa itu adalah Desa Ciherang, Desa Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Cibulakan, dan Desa Benjot. Satu desa terakhir, Nagrak, lokasinya di dalam wilayah Kecamatan Cianjur.

“Karena Sesar Cugenang adalah sesar aktif, maka rentan kembali mengalami pergeseran atau deformasi, getaran dan kerusakan lahan, serta bangunan. Area sepanjang patahan harus dikosongkan dari peruntukkan sebagai permukiman, sehingga jika terjadi gempabumi kembali di titik yang sama, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil,” katanya.

Ia mengatakan penemuan atau penetapan zona patahan baru ini sangat vital dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai bangunan yang terdampak gempa, November lalu. Karena, jangan sampai dalam prosesnya, rumah warga maupun berbagai fasilitas umum dan sosial lainnya kembali didirikan di jalur gempa tersebut.

Namun demikian, kata dia, area tersebut bukan berarti tidak bisa dimanfaatkan. Menurutnya, area yang berada di jalur Sesar Cugenang tetap bisa dimanfaatkan untuk keperluan pertanian, kawasan konservasi, lahan resapan, maupun dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan konsep ruang terbuka tanpa bangunan permanen.

“Poin utamanya, area lintasan Sesar Cugenang terlarang untuk bangunan tempat tinggal maupun bangunan permanen lainnya,” kata Dwikorita Karnawati.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI