Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ini Alasan Kemendes PDTT Revitalisasi 619 Kawasan Transmigrasi

Sabtu, 10 Desember 2022 | 08:24 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / FER
Ilustrasi kawasan transmigrasi.

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bakal merevitalisasi 619 kawasan transmigrasi.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Lokal Kemendes PDTT, Ansar Husen, mengatakan, revitalisasi ini sebagai wujud rasa terima kasih kepada transmigran yang sukses membuat daerahnya lebih produktif dan punya daya saing.

"Ke depan perlu dilakukan revitalisasi dan modernisasi pada 619 kawasan transmigrasi agar berperan dalam tujuan pembangunan nasional," ucap Ansar Husen, di Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Selain sebagai wujud rasa terima kasih pemerintah kepada transmigran yang sukses, revitalisasi juga bertujuan untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

"Kami berharap revitalisasi yang diiringi modernisasi ini mampu mengembangkan kawasan transmigrasi lebih produktif, berdaya saing, dan menjadi lumbung pangan demi sukses program ketahanan pangan," kata Ansar.

Ansar mengungkapkan, program transmigrasi yang sudah berusia 72 tahun telah banyak berkontribusi positif untuk pembangunan Indonesia.

Selain sudah berhasil membangun 5.706 satuan pemukiman yang berada di 619 kawasan transmigrasi, program transmigrasi juga sukses membangun pusat pertumbuhan baru, berupa 1.529 desa definitif, 454 eks satuan pemukiman yang kini berkembang jadi Ibu kota kecamatan dan 114 menjadi ibu kota kabupaten serta melahirkan tiga ibu kota provinsi.

"Kontribusi positif transmigrasi adalah membuka keterisolasian daerah tertinggal dan mendukung ketahanan pangan," kata Ansar.

Sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, mengatakan revitalisasi transmigrasi menjadi hal penting dan fokus kerja ke depan sebagaimana tertuang dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) 2020-2024.

"Kita ingin satu model transmigrasi yang lebih holistik sesuai dengan kebutuhan zaman,” kata Abdul Halim Iskandar di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transmigrasi Tahun 2022 di Surabaya, Rabu (9/8/2022).

Menteri yang akrab disapa Gus Halim ini menjelaskan, kedepan tidak ada lagi transmigrasi itu dipersepsikan dengan orang dibekali dengan cangkul, sabit sebagai simbol untuk mengolah lahan dan sebagainya.

Selain itu, lanjut dia, lahan juga dikelola secara komunal tidak lagi 2 hektare tapi bisa lebih karena lahannya memang cukup luas. Kemudian, pengelolaannya juga dengan teknologi.

"Nantinya sebelum berangkat bertransmigrasi sudah ada gambaran yang jelas, mau memproduksi apa, bagaimana caranya, pemasarannya ke mana, siapa yang mendampinginya. Jadi dari hulu sampai hlir sudah tertata sedemikian rupa sehingga tidak ada lagi daerah trans yang akan ditinggal warganya karena tidak cukup menjanjikan masa depan atau tidak cukup model sesuai harapan," jelasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI