Logo BeritaSatu

Penegakan HAM di Indonesia Dinilai Belum Sepenuhnya Optimal

Sabtu, 10 Desember 2022 | 14:36 WIB
Oleh : Herman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com – Penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia belum sepenuhnya optimal. Pemerintah harus senantiasa konsisten mendorong pelaksanaan program pemajuan HAM. Hal ini disampaikan pengamat hukum dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Nelson Simanjuntak usai Konferensi Internasional HAM bertajuk “Human Rights and Human Dignity” yang berlangsung secara hybrid, Sabtu (10/12/2022).

“Hari ini kita memperingati Hari HAM Sedunia. Pada usia yang ke-72 tentu sudah sangat matang. Namun, kalau kita bicara menghargai, menghormati, dan mendirikan HAM secara sepenuhnya, hal ini belum bisa berjalan 100 persen di Bumi Pertiwi,” kata Nelson.

Advertisement

Sebagai informasi, Hari HAM Sedunia diperingati setiap 10 Desember. HAM dapat dimaknai sebagai sesuatu yang sifatnya pokok dan melekat pada diri setiap insan, sebagai anugerah dari Tuhan.

Nelson mengatakan peringatan Hari HAM Sedunia dilaksanakan untuk merayakan pijakan awal umat manusia tentang pentingnya pengakuan terhadap hak-hak dasar manusia. Pengakuan itu, menurut dosen magister ilmu hukum (MIH) UKI tersebut, dirumuskan dalam Deklarasi Universal HAM. Pesan utama dalam Deklarasi Universal HAM tersebut yakni seluruh manusia setara dalam hak dan martabat.

Nelson menyatakan kesetaraan telah mengangkat konsep HAM sebagai kesempatan untuk menetapkan standar perilaku baru, penghormatan bagi segenap manusia. Sayangnya, kata Nelson, aparat penegak hukum (APH) di Indonesia masih belum sepenuhnya menjalankan prosedur pekerjaan secara profesional dengan menjunjung tinggi HAM.

“Alat penegak hukum kadang masih dipengaruhi tekanan atau intervensi. Senantiasa kita tentu mengharapkan hukum harus ditegakkan. Regulasi harus dijalankan. Mereka yang bersalah patut dihukum. Kemudian, orang benar diberikan penghargaan,” tegas salah satu kuasa hukum keluarga almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabatara atau Brigadir J ini.

Sementara itu, dosen MIH UKI Jakarta Manotar Tampubolon mengatakan penegakan HAM masih stagnan.

“Penegakan HAM saya kira stagnan. Kalau dibilang sekarang era demokrasi, demokrasi seperti apa? Itu yang harus dibenahi. Seluruh komponen bangsa, terlebih pemerintah harus menaruh perhatian serius,” kata Manotar.

Manotar berharap HAM tetap dijunjung tinggi di Indonesia.

“Laksanakan perlindungan HAM untuk semua. Jangan hanya di atas kertas dan tertulis. Ingat, tidak ada negara bisa maju tanpa penegakan HAM yang benar-benar optimal,” ucap Manotar.

Adapun pembicara dalam konferensi internasional HAM yang digelar program MIH UKI, yakni Favio Farinella, Sofia Del Carril, Mariano De Rosa, dan Romina Manzo (Universidad Nacional De Mar Del Plata, Argentina), Muhammad Abdullah (Iqra University, Pakistan), Raveen Thiram Vivekanantarasa (The Open University of Sri Lanka), Aneesh V Pillai (Coochin University of Science and Technology, India), Mohammed Kaka Ahmed (College of Education, Nigeria), dan Nelson Simanjuntak. Manotar Tampubolon dan Blucer Rajagukguk (kandidat doktor ilmu hukum UKI, Jakarta) menjadi moderator konferensi tersebut.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mantan Winger Chelsea Christian Atsu Dilaporkan Terperangkap di Reruntuhan Gempa Turki

Christian Atsu, mantan pemain sayap Chelsea dan Newcastle yang kini berusia 31 tahun, menjadi salah satu korban yang terperangkap di reruntuhan gempa Turki.

NEWS | 6 Februari 2023

Besok, Kemenag Gelar Ujian Nasional bagi 6.727 Santri

Kemenag akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional atau yang disebut dengan Imtihan Wathani bagi santri, Rabu (7/2/2023).

NEWS | 6 Februari 2023

Gunting Jari Bayi 7 Bulan, Perawat di Palembang Jadi Tersangka

Polrestabes Palembang menetapkan perawat RS Muhammadiyah sebagai tersangka. Perawat itu gunting jari bayi berusia 7 bulan hingga putus. 

NEWS | 6 Februari 2023

Taruna Poltekpel Surabaya Tewas Dianiaya Senior

Muhammad Rio Ferdinan Anwar (19), seorang taruna Politeknik Pelayaran atau Poltekpel Surabaya tewas diduga dianiaya oleh sejumlah seniornya. 

NEWS | 6 Februari 2023

Mitos Jus Jambu Bisa Sembuhkan DBD, Ini Pendapat Ahli

Mengonsumsi jus jambu, sari kurma dan air daun pepaya ternyata bukan upaya untuk menyembuhkan demam berdarah.

NEWS | 7 Februari 2023

Salju, Cuaca Buruk Hambat Upaya Penyelamatan Korban Gempa Turki

Kondisi salju, hujan, dan beku menghambat operasi pencarian dan penyelamatan korban tewas akibat gempa Turki yang diperkirakan mencapai 1.800 orang.

NEWS | 6 Februari 2023

Waspada, Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter di Sejumlah Perairan!

BMKG menyampaikan bahwa gelombang tinggi hingga 6 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada 7-8 Februari 2023.

NEWS | 7 Februari 2023

Prabowo Tegaskan Pujian kepada Jokowi Bukan untuk Menjilat

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan pujiannya kepada Presiden Jokowi bukan untuk menjilat. 

NEWS | 6 Februari 2023

Update: Jumlah Korban Gempa Turki Melebihi 1.800 Orang

Lebih dari 1.800 orang telah tewas dan ribuan lainnya terluka setelah gempa dengan magnitudo 7,8 melanda kawasan Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) pagi.

NEWS | 6 Februari 2023

Tanggapi Pernyataan Erick Thohir, KPK Cek Dana Pensiun BUMN

KPK segera melakukan pengecekan terkait pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir yang menyebut 65 persen dana pensiun BUMN terindikasi bermasalah.

NEWS | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jokowi Harapkan Dukungan Program Hilirisasi, Ini Respons OJK

Jokowi Harapkan Dukungan Program Hilirisasi, Ini Respons OJK

EKONOMI | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE