Polda Lampung Perketat Pengamanan untuk Antisipasi Teror Bom

Minggu, 11 Desember 2022 | 11:18 WIB
CAR
Agus Sujatno, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.

Bandarlampung, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengantisipasi teror bom dengan memperketat pengamanan. Polda Lampung bersama Forum Kerukunan Antarumat Beragama (FKUB) menyikapi aksi bom bunuh diri di Bandung, Jawa Barat, sebagai perbuatan yang tidak dapat dibenarkan karena tak manusiawi.

Kapolda Lampung Irjen Pol Akhmad Wiyagus diwakili Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, di Bandarlampung, menyampaikan ke jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan benar-benar dijaga khususnya perhatikan orang-orang yang keluar masuk markas kepolisian.

“Atas peristiwa itu, kami memperketat pengamanan polda, polres, dan polsek untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya pelaku teror bom,” kata Pandra.

Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Bandung, Rabu (7/12), membuat para tokoh lintas agama yang tergabung di dalam FKUB Lampung menyatakan sikap mengutuk dengan keras perbuatan tersebut.

“Teror bom itu juga merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa serta mengganggu kerukunan hidup umat beragama,” ujar Pandra.

Menurutnya, FKUB juga meminta dengan serius mengusut serta menindak aktor intelektual berikut jaringan sesuai perundang-undangan berlaku agar tidak terulang lagi insiden yang sama.

FKUB Lampung juga memberikan imbauan berkenaan dengan perayaan Natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 1 Januari 2023, agar tetap memelihara semangat toleransi, saling menghormati dan menghargai, menciptakan suasana kondusif dan tidak mudah terprovokasi.

“Apabila melihat yang mencurigakan, atau indikasi akan ada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat segera melaporkan kepada aparat keamanan terdekat, agar dapat dilakukan langkah langkah antisipasi,” ujar Pandra.

Pandra meminta masyarakat apabila ada orang yang mencurigakan agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Selain itu, juga bisa melaporkan melalui aplikasi Polri Super Apps atau call center 110.



Sumber: ANTARA

Bagikan

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI