Logo BeritaSatu

Eliezer Tak Menyangka Telah Diperalat dan Didustai Ferdy Sambo

Rabu, 25 Januari 2023 | 20:03 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E tak menyangka telah diperalat dan didustai oleh Ferdy Sambo.

Hal itu membuatnya ikut terseret dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Advertisement

Hal itu disampaikan saat pledoi Bharada E saat membacakan pleidoi atau pembelaan dalam persidangan kasus Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (25/1/2023). Diketahui, jaksa menuntut agar Bharada E dihukum 12 tahun penjara dalam kasus ini.

Mulanya, Bharada E mengaku tak menyangka bisa ditugaskan untuk mengawal seorang jenderal bintang dua seperti Sambo. Dia mengaku sangat menghormati dan percaya terhadap atasannya itu, sehingga dalam posisi sebagai bharada, dia harus mematuhi perintahnya.

Namun demikian, ujungnya Eliezer mengungkapkan kekecewaannya terhadap atasannya itu.

"Saya diperalat, dibohongi, dan disia-siakan, bahkan kejujuran yang saya sampaikan tidak dihargai, malahan saya dimusuhi," ujar Bharada E dalam persidangan.

Diungkapkan Bharada E, perasaannya hancur karena ikut terjerat dalam kasus tewasnya Brigadir J. Dia menyebutkan bahwa kasus ini telah menggoyahkan mentalnya.

"Sangat tidak menyangka akan mengalami peristiwa menyakitkan seperti ini dalam hidup saya, namun saya berusaha tegar," tutur Bharada E.

Dalam kesempatan kali ini, Bharada E turut mengungkit soal kepatuhan kepada atasan. Mengenai hal itu, dia meminta hakim dapat bersikap bijaksana dalam menyimpulkan ulahnya yang menewaskan Brigadir J.

"Saya dididik untuk taat dan patuh serta tidak mempertanyakan perintah atasan saya. Apabila ada yang menganggap ketaatan dan kepatuhan saya membabi buta, maka saya menyerahkan kepada kebijaksanaan majelis hakim," ungkap Bharada E.

Untuk diketahui, sidang tuntutan jaksa terhadap kelima terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J telah digelar sejak Senin (16/01/2023). Terdakwa Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi dituntut jaksa 8 tahun penjara dan Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup. Sementara Bharada E dituntut 12 tahun penjara.

Bharada E dan Putri Candrawathi didakwa bersama tiga orang lain, yakni Ferdy Sambo, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J. “’Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy kau tembak!’,” ungkap JPU soal perintah Ferdy Sambo ke Bharada E.

Bharada E lalu menembak memakai Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J yang membuatnya terjatuh dan bersimbah darah.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Saksikan Wawancara Eksklusif BTV Bersama Presiden Jokowi Malam Ini Pukul 18:00 WIB

Program Berita Satu Spesial bersama Presiden Jokowi akan tayang eksklusif di BTV malam ini, pukul 18:00 WIB.

NEWS | 31 Januari 2023

Kasus KSP Indosurya, Mahfud MD Pasang Badan untuk Kejagung

Menko Polhukam Mahfud MD menilai bahwa Kejaksaan Agung telah bersikap profesional dalam kasus KSP Indosurya, tetapi pengadilan menyatakan bebas.

NEWS | 31 Januari 2023

Cara Mendapatkan EFIN untuk Lapor SPT Pajak Online

Wajib pajak yang ingin lapor SPT pajak online harus memiliki EFIN, berikut cara mendapatkan EFIN wajib pajak orang pribadi.

NEWS | 31 Januari 2023

Viral, Plat RF Ribut dengan Sopir Angkot di Lenteng Agung

Media sosial kembali dihebohkan dengan adanya video perseteruan antara pengendara mobil berplat RFP dengan sopir angkutan umum di Jakarta Selatan

NEWS | 31 Januari 2023

2 Menteri Nasdem Kompak Tak Datang ke Istana, Sinyal Reshuffle Makin Kuat?

Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Menteri LHK, Siti Nurbaya, menteri dari Partai Nasdem tidak menghadiri rapat yang dipimpin Jokowi. Isu reshuffle menguat.

NEWS | 31 Januari 2023

Pembakar Al-Quran Edwin Wagensveld Pernah Ditahan karena Menghina Nabi Muhammad

Edwin Wagensveld mendapat kecaman dunia terutama umat Islam setelah aksinya merobek-robek dan melakukan pembakaran Al-Quran pada 22 Januari di Den Haag.

NEWS | 31 Januari 2023

Soal Isu Reshuffle di Rabu Pon, Mahfud: Itu Urusan Presiden

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, reshuffle kabinet merupakan prerogatif Presiden Jokowi. Hal ini dikatakan Mahfud menanggapi isu reshuffle pada Rabu Pon.

NEWS | 31 Januari 2023

Sidang Vonis Ferdy Sambo Digelar 13 Februari 2023

Majelis hakim PN Jaksel menjadwalkan sidang vonis Ferdy Sambo akan digelar pada Selasa (13/02/2023). 

NEWS | 31 Januari 2023

Pembakaran Al-Quran, Kedubes: Tindakan Islamofobia Ditolak Pemerintah Swedia

Kedubes Swedia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, tindakan Islamofobia yang dilakukan oleh ekstremis sayap kanan di Swedia sangat ditolak.

NEWS | 31 Januari 2023

Tidak Miliki Dasar Yuridis, Kubu Ferdy Sambo Minta Replik JPU Ditolak

Pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis meminta Majelis Hakim menolak replik Jaksa Penunut Umum (JPU), sebab uraian replik sama sekali tidak memiliki dasar yuridis.

NEWS | 31 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jadi Ketua ASEAN 2023, Jokowi: Ini Fokus Indonesia

Jadi Ketua ASEAN 2023, Jokowi: Ini Fokus Indonesia

NEWS | 26 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE